Rabu, September 16

Jakarta | Harian Merdeka – Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengatakan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam KTT BRICS 2026 di New Delhi, India, bukan sekadar memenuhi undangan. Menurut dia, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kerja sama yang berorientasi pada kepentingan nasional.

Menurut Qodari, forum BRICS memberi peluang bagi Prabowo untuk membuka kerja sama yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kerja sama itu mencakup penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan.

Prabowo Dorong Kerja Sama Negara BRICS

Untuk itu, Prabowo berulang kali menekankan pentingnya negara-negara anggota BRICS mempererat kolaborasi. Pemerintah, kata Qodari, ingin memanfaatkan forum tersebut untuk memperluas peluang kerja sama.

“Indonesia tentu tidak menghadiri forum tersebut tanpa tujuan yang jelas. Pemerintah memanfaatkan forum itu untuk memperluas kerja sama agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan,” ujar Qodari dalam keterangannya, dikutip Selasa, 15 September 2026.

Selain itu, Qodari mengatakan Prabowo menegaskan sikap Indonesia dalam sesi tertutup KTT BRICS pada Sabtu, 12 September 2026. Presiden menyampaikan bahwa Indonesia tidak ingin didikte oleh kekuatan mana pun.

Menurut Qodari, Indonesia harus membangun kemandirian nasional dari dalam negeri. Upaya tersebut mencakup kemampuan memenuhi kebutuhan pangan, menjaga ketahanan energi, menyediakan pendidikan, serta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mencapai kemakmuran bersama.

Prabowo Tekankan Kemandirian Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengajak negara-negara anggota BRICS untuk saling membantu dalam mencapai kemakmuran bersama.

Qodari menilai sikap tersebut sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Prinsip itu menempatkan kerja sama internasional sebagai instrumen untuk memperkuat kepentingan nasional tanpa bergantung pada satu poros tertentu.

“Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional sekaligus upaya memperkuat kepentingan masyarakat di dalam negeri,” tambah dia.

Diplomasi BRICS untuk Kepentingan Nasional

Sementara itu, Qodari menegaskan kerja sama Indonesia dengan negara-negara BRICS semakin relevan di tengah kompleksitas situasi global dan menguatnya proteksionisme ekonomi.

Karena itu, diversifikasi mitra ekonomi menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan nasional. Menurut Qodari, keberhasilan diplomasi pada akhirnya harus terlihat dari manfaat yang masyarakat rasakan secara langsung.

“Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan diplomasi bukanlah seberapa banyak pertemuan yang terlaksana, melainkan seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” tutup Qodari. (Egi)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version