Jumat, September 4

SUKABUMI | RMN Indonesia

Jawa Barat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak keluarga besar Persatuan Ummat Islam (PUI) terus berperan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Nilai Islam wasathiyah atau moderat dinilai penting untuk memperkuat kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam.

Ajakan tersebut disampaikan Sigit saat memberikan sambutan dalam Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (03/09/2026).

Menurut Sigit, semangat kebangsaan dan nilai keagamaan yang moderat dapat menjadi fondasi dalam merawat keberagaman Indonesia.

Karena itu, PUI diharapkan terus memperkuat komitmennya terhadap Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Semangat Pramuka harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Jadilah generasi yang tidak hanya memiliki cita-cita besar, tetapi juga peduli terhadap sesama, siap membantu masyarakat, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya,” ujar Sigit.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyatakan dukungannya terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada salah satu tokoh pendiri PUI.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan, pengabdian, dan kontribusi tokoh tersebut bagi bangsa dan negara.

Sigit juga menegaskan Polri siap menjadi sahabat generasi muda dalam mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.

“Adik-adik yang hari ini berdiri sebagai anggota Pramuka adalah generasi penerus dan calon pemimpin Indonesia di masa depan. Teruslah belajar, berlatih, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kapolri mengapresiasi PUI dan Gerakan Pramuka yang dinilai konsisten menjadi wadah pembinaan generasi muda.

Pendidikan kepramukaan, kata dia, memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, kemandirian, keterampilan, kepemimpinan, serta kepedulian sosial.

Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus memanfaatkan momentum bonus demografi Indonesia.

Menurut Sigit, besarnya jumlah penduduk usia produktif akan menjadi kekuatan bangsa apabila diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, keterampilan, pembentukan karakter, dan daya saing.

Pemerintah, lanjutnya, terus memperluas kesempatan generasi muda untuk mendapatkan pendidikan berkualitas melalui berbagai program, termasuk Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, LPDP, serta program pengembangan sumber daya manusia lainnya.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Sigit juga mengingatkan generasi muda agar menggunakan media sosial secara bijak.

Teknologi hendaknya dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat.

Sebaliknya, generasi muda diminta menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan, seperti judi online, penyalahgunaan narkoba, tawuran, keterlibatan dalam geng, serta penyebaran konten dan paham negatif di ruang digital.

Sinergi antara Polri, PUI, Gerakan Pramuka, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat dalam membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan. (Egi)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version