Selasa, September 1

BOGOR | RMN Indonesia

Tiga nama akan bertarung di Musyawarah Kabupaten (Mukab) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Bogor, yang akan berlangsung pada Rabu, 2 September 2026.

Ketiga nama tersebut, adalah Hilal Firmansyah, Ridwan Rusliadi dan Sulhajji Jompa. Ketiganya dipastikan maju setelah dinyatakan lolos verifikasi oleh panitia pelaksana.

Masing-masing calon tentunya telah menyiapkan diri, dan akan bertarung habis-habisan untuk meraih kursi orang nomor satu di Kabupaten Bogor, salah satunya Sulhaji Jompa.

Sulhaji dengan tegas menyampaikan alasannya untuk maju di Mukab Kadin Kabupaten Bogor. Ia berkomitmen ingin membangun Kadin Kabupaten Bogor secara bersama-sama.

Menurut Sulhajji, alasannya maju di Mukab Kadin Kabupaten Bogor, tidak didasari semangat berkompetisi semata, melainkan niat untuk membangun, menyatukan, berkoalisi, dan memperkuat kebersamaan seluruh pelaku usaha di Kabupaten Bogor.

Sulhajji mengatakan, Kadin harus menjadi rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha, asosiasi, organisasi dunia usaha, UMKM, serta berbagai pemangku kepentingan yang peduli terhadap kemajuan ekonomi Kabupaten Bogor.

“Saya memiliki visi Bersatu dalam Sinergi, Bertumbuh dalam Kolaborasi untuk mewujudkan Kadin Kabupaten Bogor yang kuat, profesional, inovatif, dan berdaya saing dalam mendorong kemajuan dunia usaha serta pembangunan ekonomi daerah,” kata Sulhaji Jompa.

Dalam visi tersebut, menurut Sulhajji, bersatu, sinergi, dan kolaborasi menjadi fondasi utama.

“Tantangan dunia usaha ke depan tidak dapat diselesaikan sendiri-sendiri, melainkan memerlukan kerja sama antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat,” kata dia.

Menyikapi itu, dalam pencalonannya, Sulhajji membawa semangat koalisi besar dunia usaha, bukan sekadar koalisi untuk memenangkan pemilihan, melainkan koalisi untuk membangun organisasi yang mampu bekerja dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

“Kami ingin memperkuat persatuan dan kebersamaan di antara seluruh anggota, asosiasi, serta organisasi dunia usaha di Kabupaten Bogor,” terang Sulhajji.

Sebab, Sulhaji sangat berharap Kadin tidak hanya hadir pada momen tertentu, melainkan menjadi wadah komunikasi, koordinasi, advokasi, dan kolaborasi yang mampu menjawab kebutuhan para pelaku usaha.

Tidak hanya itu, Sulhajji memiliki agenda penting, yakni membangun hubungan yang produktif antara dunia usaha dan pemerintah daerah.

“Kadin diharapkan menjadi jembatan konstruktif dalam menyampaikan aspirasi sekaligus memberikan masukan terhadap kebijakan pembangunan ekonomi daerah,” ujar Sulhajji.

Sulhajji juga melakukan perluasan sinergitas, salah satunya dengan menggandeng lembaga pendidikan, mulai dari perguruan tinggi, lembaga pendidikan, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Pengusaha yang fokus pada properti itu juga ingin membawa agenda mendorong pertumbuhan dan inovasi dunia usaha.

“UMKM, pelaku usaha pemula, dan sektor usaha lainnya perlu mendapat ruang berkembang melalui peningkatan kapasitas, pelatihan, akses teknologi, digitalisasi, jaringan usaha, serta peluang pasar,” kata Sulhajji Jompa.

Jelang pelaksanaan Mukab Kadin Kabupaten Bogor, dukungan terhadap Sulhajji Jompa, terus berdatangan. Salah satunya dari Ketua Trangi 9 Bogor, Sujiono.

Sujiono beralasan, Sulhajji sosok yang tepat untuk memimpin Kadin Kabupaten Bogor. Menurut dia, Sulhaji adalah adalah figur yang sangat dibutuhkan organisasi para pelaku usaha  saat ini.

Menurut Sujiono, Sulhajji Jompa memiliki karakter yang bersahaja dan humanis.

“Figur seperti inilah yang langka dan sangat diperlukan untuk membawa Kadin Kabupaten Bogor ke arah yang lebih baik,” kata Sujiono.

Sujiono, menhatakan bahwa calon yang didukungnya sosok yang bersahaja, dan mau mendengar keluhan dari bawah.

“Beliau tidak menjaga jarak, baik dengan pengusaha besar maupun pelaku UMKM. Tipe pemimpin yang seperti inilah yang dibutuhkan Kadin.

Sujiono juga menyampaikan pandangannya soal keadaan Kadin saat ini. Menurutnya, organisasi tidak hanya butuh manajer organisasi, melainkan seorang nahkoda yang memiliki visi perubahan yang nyata.

Tidak hanya itu, Sujiono, melihat kadin saat ini terkesan masih eksklusif dan belum merangkul seluruh elemen pelaku usaha. 

“Saya yakin, di tangan Sulhajji Jompa, Kadin Kabupaten Bogor akan menjadi rumah besar yang inklusif, kolaboratif, dan solutif. Beliau punya komitmen jelas untuk membawa Kadin menuju perubahan nyata, bukan sekadar jargon semata,” imbuh Sujiono. (Egi)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version