Jumat, April 17

JAKARTA | RMN Indonesia

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan patriot bonds laku keras. Realisasinya sudah sesuai dengan target yang ditetapkan BPI Danantara.

Pernyataan Prasetyo itu diungkapkan langsung dalam laporan yang disampaikan CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani dalam rapat terbatas di Lanud Halim Perdanakusumah, dikutip detikcom, Selasa (14/10).

“Beliau (Prabowo) juga menerima laporan dari Menteri Investasi bapak Rosan, berkenaan dengan realisasi investasi kita, termasuk realisasi dari patriot bond kita Realisasinya sesuai dengan target,” paparnya.

Di tanya berapa besar realisasi pembelian patriot bond, Prasetyo tak mengungkapkan angka yang rinci. Yang jelas jumlahnya sudah di atas Rp 50 triliun.”Angkanya di atas 50 triliun,” kata Prasetyo.

Sebelumnya, sempat beredar lembaran dokumen menyangkut ada 46 daftar konglomerat RI sebagai investor dari Patriot Bond yang diterbitkan Danantara. Dari dokumen tersebut terhimpun dana sebesar Rp 51,75 triliun per September 2025.

Dalam dokumen tersebut, nama Anthoni Salim, Prajogo Pangestu, Sugianto Kusuma, Franky Widjaja, Boy Thohir dan Edwin Soeryadjaya, serta Low Tuck Kwong menjadi posisi teratas dengan membeli patriot bond senilai Rp 3 triliun.

Sebelumnya, Rosan Roeslani pun sudah menyebut Patriot Bond senilai Rp 50 triliun telah habis terjual. Dana tersebut rencananya dipakai untuk proyek waste to energy (WTE) atau konversi sampah menjadi energi.

“Kalau patriot bond alhamdulillah target sebesar Rp 50 triliun sudah fully subscribed, dan kita dana itu akan kita gunakan untuk waste to energy, program kita,” ujar Rosan saat ditemui di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rabu (1/10) yang lalu.

Dana tersebut akan mengalir pada proyek WTE yang bakal segera dieksekusi. Proses tender proyek WTE rencananya mulai dilakukan pada Oktober 2025. (jr)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version