TANGERANG | RMN Indonesia
Terbentuknya Forum Pelanggan Perumda Tirta Benteng (TB) mendapat apresiasi dari Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS). Kehadiran forum tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka antara perusahaan penyedia layanan air minum dengan masyarakat sebagai pelanggan.
Forum Pelanggan Perumda TB bukanlah organisasi yang muncul secara tiba-tiba. Sebelum kepengurusan dibentuk dan dilantik, terlebih dahulu dilakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema “Menguatkan Kemitraan, Menumbuhkan Kepercayaan, Mewujudkan Pelayanan Air Minum kepada Pelanggan yang Responsif, Berkualitas dan Berkelanjutan.”
FGD tersebut menjadi ruang dialog untuk mempertemukan berbagai unsur, mulai dari jajaran Perumda TB, Forum Pelanggan Air Minum Nasional, Dewan Pengawas, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua RT/RW, aktivis, hingga organisasi kepemudaan.
Ketua Umum Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS), H. Sunardi Dito Prawiro, ST., MA., turut hadir dan mengambil bagian dalam proses awal terbentuknya Forum Pelanggan Perumda TB.
Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, Doddy Effendi mengatakan, FORPAMNAS menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan bangga karena pembentukan forum pelanggan melibatkan pusat. FORPAMNAS mendampingi dari awal dan memberikan masukan-masukan agar bisa berjalan dengan lancar.
Lanjut Doddy, FORPAMNAS juga menilai keberadaan forum pelanggan sangat penting karena hubungan antara perusahaan air minum dan pelanggan tidak cukup hanya dibangun melalui mekanisme pelayanan administratif maupun pengaduan.
“Maka itu kami dapat apresiasi dari FORPAMNAS dengan terbentuknya Forum Pelanggan Perumda Tirta Benteng. Ini bukan sekadar membentuk organisasi, tetapi membangun ruang komunikasi yang mempertemukan kepentingan pelanggan dengan penyelenggara pelayanan air minum,” ujar Doddy, Selasa (15/9).
Ia menegaskan, keterlibatan langsung FORPAMNAS dalam proses pembentukan Forum Pelanggan Perumda TB merupakan bentuk komitmen untuk mendorong hadirnya forum pelanggan yang benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat.
Doddy juga mengungkapkan, keberadaan forum tersebut justru dapat menjadi mitra strategis Perumda TB dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami melihat Forum Pelanggan ini sebagai mitra Perumda Tirta Benteng. Kami ingin komunikasi dengan pelanggan semakin terbuka, sehingga persoalan yang muncul dapat dibicarakan dengan baik dan dicarikan solusi bersama,” ujar Doddy.
Ia menegaskan bahwa pelayanan air minum merupakan pekerjaan yang membutuhkan komunikasi dua arah. Perumda sebagai penyelenggara memiliki berbagai aspek teknis dan operasional yang harus dijalankan, sementara masyarakat memiliki kebutuhan, harapan dan pengalaman yang berbeda-beda dalam menerima pelayanan.
Karena itu, menurut Doddy, Forum Pelanggan dapat membantu mempertemukan kedua sisi tersebut.
“Tidak semua persoalan pelayanan bisa dilihat hanya dari satu sisi. Ada persoalan teknis, jaringan, distribusi, kondisi lapangan dan berbagai aspek lainnya. Di sisi lain, pelanggan tentu memiliki kebutuhan dan harapan. Forum Pelanggan bisa membantu menjembatani komunikasi agar semuanya bisa dipahami secara lebih utuh,” katanya.»
Doddy berharap Forum Pelanggan dapat menjadi ruang komunikasi yang sehat, transparan dan solutif.
“Yang paling penting adalah bagaimana forum ini memberikan manfaat nyata bagi pelanggan. Kalau ada persoalan, mari dikomunikasikan. Kalau ada informasi yang perlu disampaikan, mari dibuka. Kami ingin hubungan Perumda dengan pelanggan dibangun atas dasar komunikasi, kepercayaan dan komitmen untuk terus memperbaiki pelayanan,” tuturnya.
Diketahui, pembentukan Forum Pelanggan Perumda TB juga melibatkan berbagai unsur masyarakat. Dalam FGD tersebut hadir Dewan Pengawas Perumda TB Yeti Rohayati, mantan Ketua Forum Pelanggan PDAM TKR Aris Purnomo Hadi sebagai narasumber, serta Ketua MUI Kota Tangerang KH. Baijuri Khotib.
Selain itu, kegiatan juga melibatkan tokoh masyarakat, Ketua RT/RW, aktivis, tokoh pemuda, KNPI hingga Karang Taruna. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa persoalan pelayanan air minum merupakan kepentingan bersama yang membutuhkan partisipasi masyarakat.
Forum Pelanggan diharapkan tidak menjadi sekadar tempat menyampaikan keluhan, melainkan menjadi ruang untuk memperoleh informasi mengenai penyelenggaraan pelayanan air minum, memberikan masukan, menyampaikan aspirasi, serta ikut mengawal peningkatan kualitas pelayanan Perumda TB.(wil)
