JAKARTA | RMN Indonesia
Aktivitas warga Jakarta pada Kamis (27/8/2026) berpotensi ikut terdampak rencana aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR/MPR. Sejumlah ruas jalan disiapkan untuk kemungkinan pengalihan arus apabila pergerakan massa memicu kepadatan.
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Masyarakat yang akan melintas di sekitar kawasan terdampak diminta mengantisipasi perjalanan dan mengikuti arahan petugas.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan pengaturan lalu lintas akan dilakukan berdasarkan perkembangan situasi dan pergerakan massa.
“Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi dan pergerakan massa di lapangan. Masyarakat diharapkan mengikuti arahan petugas dan menggunakan jalur alternatif apabila terjadi pengalihan arus,” kata Budi di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Dishub DKI menyiagakan 120 petugas yang terbagi dalam dua shift. Sebanyak 60 petugas bertugas pada pukul 07.00-13.00 WIB, sedangkan 60 petugas lainnya disiagakan pada pukul 13.00-19.00 WIB.
Di kawasan DPR/MPR, ruas Jalan Letjen S. Parman sisi selatan, mulai dari Semanggi hingga Simpang Slipi, menjadi salah satu jalur yang berpotensi terdampak apabila terjadi kepadatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi perjalanan, khususnya yang akan melintasi kawasan terdampak aksi,” ujar Budi.
Jika kepadatan terjadi, arus kendaraan dari Cawang menuju kawasan tersebut akan dialihkan melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, Jalan Patal Senayan, dan seterusnya.
Sebaliknya, kendaraan dari Tomang menuju Cawang dapat dialihkan melalui Jalan Tomang Raya, Jalan Balikpapan, Jalan Suryopranoto, Jalan Juanda, dan seterusnya.
Untuk kendaraan dari Blok M menuju Tomang, pengalihan dapat dilakukan melalui Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia Afrika, Jalan Patal Senayan, dan seterusnya, atau melalui Jalan Jenderal Gatot Subroto menuju Cawang
Sejumlah ruas di kawasan Istana juga menjadi perhatian, seperti Jalan M.H. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan KH. Wahid Hasyim, Jalan Kebon Sirih, dan Jalan Budi Kemuliaan.
Apabila terjadi kepadatan arus dari Tugu Tani menuju Tanah Abang, kendaraan akan dialihkan melalui Jalan M.I. Ridwan Rais, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Veteran, Jalan Cideng Timur, dan seterusnya.
“Sementara kendaraan dari Tanah Abang menuju Pulogadung dapat dialihkan melalui Jalan Abdul Muis, Jalan Majapahit, Jalan Ir. H. Juanda, dan seterusnya,” katanya.
Untuk kendaraan dari Senayan menuju Kota, pengalihan dilakukan melalui Jalan KH. Mas Mansyur, Jalan Cideng Barat, Jalan Cideng Timur, Jalan Abdul Muis, Jalan Majapahit, dan seterusnya.
Sedangkan arus dari Harmoni menuju Senayan dapat dialihkan melalui Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Pos, Jalan Gedung Kesenian, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jalan Katedral, Jalan Pejambon, Jalan M.I. Ridwan Rais, Jalan Tugu Tani, Jalan Menteng Raya, Jalan Taman Cut Mutiah, Jalan GSSJ Samratulangi, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan H.R. Rasuna Said, dan seterusnya.
Untuk mendukung pengaturan lalu lintas, Dishub DKI menyiapkan 10 titik pengaturan, yaitu Simpang Senayan arah Bundaran Senayan, FX, TL Fairmont, Patal Senayan, Pintu 10, Hotel Mulia, Simpang Pal Merah, Masjid Babah Alun, Ladokgi, serta Ladokgi bawah atau kolong.
Empat unit derek juga disiapkan di Pintu 10, bawah Flyover Ladokgi, Hotel Mulia, dan FX. Kendaraan tersebut akan digunakan untuk mendukung penanganan apabila diperlukan.
“Dishub DKI akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan kepolisian serta unsur terkait selama pelaksanaan aksi. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas, berhati-hati saat berkendara, serta menyesuaikan waktu dan rute perjalanan dengan kondisi lalu lintas terkini,” tandas Budi. (Fj)
