Sabtu, April 18

BANDUNG | RMN Indonesia

Pemerintah Kota Bandung membuka opsi penutupan Kebun Binatang Bandung melalui pembahasan lintas instansi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat terkait masa depan kawasan tersebut.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan pemerintah belum menetapkan keputusan final terkait keberlanjutan Kebun Binatang Bandung. Pemerintah masih mengkaji sejumlah opsi, mulai dari mempertahankan kebun binatang dengan konsep baru, mengubah pola pengelolaan, hingga menghentikan operasional kebun binatang.

“Apakah tetap menjadi kebun binatang dengan konsep sekarang, menggunakan konsep berbeda, atau tidak lagi berfungsi sebagai kebun binatang,” kata Farhan di Bandung, Selasa (13/1/2026).

Farhan menyebut pemerintah membahas wacana tersebut secara hati-hati karena melibatkan kewenangan lintas instansi. Ia menjelaskan Pemerintah Kota Bandung menguasai aset Kebun Binatang Bandung, sementara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat mengawasi serta mengelola satwa dilindungi.

“Pemerintah pusat menanggung kebutuhan pakan satwa dilindungi karena satwa tersebut merupakan titipan negara,” ujar Farhan.

Meski wacana penutupan mencuat, Farhan memastikan Pemkot Bandung tetap membuka Kebun Binatang Bandung sebagai ruang terbuka hijau bagi masyarakat. Pemerintah kota terus menjaga kawasan tersebut dengan memperhatikan konservasi dan perlindungan satwa.

“Masyarakat masih dapat berkunjung selama mematuhi aturan keluar dan masuk kawasan,” kata Farhan.

Farhan menambahkan pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat masih membuka seluruh alternatif kebijakan. Ia menargetkan ketiga pihak mencapai kesepakatan terkait masa depan Kebun Binatang Bandung dalam dua bulan ke depan.

“Kami menargetkan keputusan bersama dalam waktu maksimal dua bulan,” ujarnya.

Pemkot Bandung menyatakan setiap kebijakan akan mempertimbangkan aspek hukum, konservasi satwa, tata ruang kota, serta kepentingan publik.

(con)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version