JAKARTA | RMN Indonesia
Anggot Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada 2026, terutama terkait ketersediaan dan pengelolaan stok pangan nasional.
Firman menyampaikan bahwa pemerintah saat ini berupaya meningkatkan cadangan beras nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa beras memiliki keterbatasan daya simpan.
“Beras tidak bisa disimpan terlalu lama di gudang. Dalam tiga hingga empat bulan kualitasnya bisa menurun dan berpotensi rusak,” ujar Firman kepada Wartawan, Usai halal bihalal Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP) di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, kebijakan menahan stok beras untuk menghadapi potensi El Niño perlu dikaji ulang. Jika distribusi terhambat dan stok terlalu lama disimpan, risiko kerusakan akan meningkat dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi Perum Bulog.
“Kalau stok tidak dikelola dengan baik dan terjadi kerusakan, Bulog yang akan menanggung kerugian. Ini tentu harus menjadi perhatian bersama antara pemerintah dan Bulog,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Firman mendorong pengembangan budidaya padi gogo, yaitu padi yang ditanam di lahan kering dan cocok untuk musim kemarau. Ia menyebut, upaya ini telah mulai dilakukan sebagai alternatif menjaga produksi pangan.
Program percontohan padi gogo, lanjutnya, telah dikembangkan oleh akademisi dari Institut Pertanian Bogor di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghadapi potensi penurunan produksi akibat kekeringan.
“Pemerintah diharapkan dapat menyeimbangkan antara peningkatan stok pangan dan pengelolaan distribusi yang efektif, guna menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim,” tutupnya. (fj)
