Rabu, September 9

JAKARTA I RMN Indonesia

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta para pedagang masker tidak memanfaatkan situasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk menaikkan harga secara tidak wajar maupun melakukan penimbunan.

Pramono menegaskan masker merupakan kebutuhan masyarakat di tengah kondisi tersebut sehingga tidak boleh dijadikan komoditas untuk mencari keuntungan berlebihan.

“Ini kan menjadi kebutuhan publik, kebutuhan bersama. Jangan dipermainkan,” kata Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menurut Pramono, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan terus berupaya membantu masyarakat menghadapi dampak sebaran abu vulkanik. Salah satunya dengan membagikan masker secara gratis di sejumlah tempat umum.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan, tetap mendapatkan perlindungan ketika beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak abu vulkanik.

Sebelumnya, pada Minggu (6/9/2026), sejumlah instansi juga telah menggelar pembagian masker gratis kepada masyarakat. Kegiatan tersebut antara lain dilakukan Satpol PP Jakarta Selatan, Satpol PP Jakarta Pusat, Direktorat Samapta Polda Metro Jaya, Polsek Senen, hingga Polsek Metro Kebayoran Baru.

Selain meminta pedagang tidak memainkan harga, Pramono juga mengimbau masyarakat menerapkan sejumlah langkah perlindungan diri apabila wilayah tempat tinggal mulai terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Ia meminta warga menggunakan masker atau perlindungan diri, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta menutup pintu dan jendela rumah serta melindungi sumber air agar tidak terkontaminasi abu.

Aktivitas di luar ruangan juga perlu dibatasi apabila paparan abu vulkanik mulai cukup pekat.
Pramono menekankan kewaspadaan masyarakat diperlukan agar dampak sebaran abu vulkanik tidak mengganggu kesehatan dan aktivitas warga Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun memastikan langkah perlindungan masyarakat akan terus dilakukan seiring perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version