JAKARTA I RMN Indonesia
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, menyambut positif langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menawarkan sebanyak 37 proyek investasi strategis dengan nilai indikatif mencapai sekitar Rp115 triliun kepada investor domestik maupun global dalam ajang Jakarta Investment Festival (JIF) 2026.
Menurut Fahira, langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Jakarta terus membuka diri terhadap investasi yang produktif, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
“Jakarta harus terus bergerak menjadi kota global yang tidak hanya menarik dari sisi bisnis, tetapi juga memiliki ekosistem investasi yang kuat, transparan, dan memberikan kepastian bagi para investor,” ujar Fahira.
Ia menilai, penawaran puluhan proyek strategis dengan nilai investasi yang besar tersebut merupakan peluang penting untuk mempercepat pembangunan Jakarta di berbagai sektor.
Namun demikian, Fahira mengingatkan bahwa besarnya nilai investasi tidak boleh hanya berhenti pada angka dan seremoni penandatanganan kerja sama.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus memastikan setiap investasi yang masuk benar-benar memberikan manfaat luas bagi warga.
“Yang paling penting adalah investasi tersebut harus berdampak terhadap pembukaan lapangan kerja, peningkatan kualitas layanan publik, pembangunan infrastruktur, serta pertumbuhan ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Fahira juga mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk terus memperkuat kemudahan perizinan, transparansi, kepastian hukum, serta pendampingan bagi calon investor agar berbagai proyek strategis yang ditawarkan tidak berhenti hanya pada tahap promosi.
Menurutnya, Jakarta memiliki posisi yang sangat strategis sebagai pusat ekonomi nasional dan salah satu pintu utama investasi di Indonesia. Karena itu, momentum Jakarta Investment Festival 2026 harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkenalkan potensi Jakarta kepada dunia.
“Jakarta memiliki sumber daya, pasar, infrastruktur, dan potensi ekonomi yang sangat besar.
Tantangannya sekarang adalah bagaimana semua potensi itu dikemas menjadi peluang investasi yang kredibel dan memberikan keuntungan bagi semua pihak,” katanya.
Senator asal Jakarta ini berharap 37 proyek investasi strategis senilai sekitar Rp115 triliun tersebut dapat menarik minat investor yang memiliki komitmen jangka panjang terhadap pembangunan Jakarta.
Ia menekankan bahwa investasi yang masuk harus sejalan dengan visi pembangunan kota yang modern, inklusif, ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat regional dan global.
“JIF 2026 harus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Jakarta siap menjadi magnet investasi dunia.
Tetapi pada akhirnya, ukuran keberhasilannya adalah seberapa besar manfaat investasi itu kembali kepada masyarakat Jakarta,” pungkas.(Agus).
