JAKARTA | RMN Indonesia
Pemerintah Kota Serang berencana mengalokasikan anggaran hingga Rp3 miliar untuk memperbaiki fasilitas di RSUD Kota Serang pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyampaikan bahwa sejumlah fasilitas di rumah sakit tersebut saat ini membutuhkan pembenahan. Ia menilai kondisi bangunan secara umum masih layak, namun dukungan sarana dan pemeliharaan belum optimal.
Menurutnya, perbaikan akan difokuskan pada fasilitas yang mengalami kerusakan, termasuk ruang operasi yang belum berfungsi maksimal. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas layanan seiring dengan upaya mendorong akreditasi rumah sakit.
Anggaran perbaikan tersebut direncanakan bersumber dari APBD Perubahan 2026 dengan nilai berkisar antara Rp2 miliar hingga Rp3 miliar. Tahap awal akan difokuskan pada penanganan kerusakan fisik yang dinilai mendesak.
Direktur RSUD Kota Serang, dr. Humaryadi, menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran pemeliharaan selama ini berdampak pada kondisi sejumlah gedung. Beberapa kerusakan yang terjadi antara lain pada bagian plafon, dinding, serta fasilitas pendukung lainnya.
Ia menyebutkan bahwa kerusakan ditemukan di beberapa area, termasuk gedung terpadu, instalasi gawat darurat, serta ruang rawat inap. Gedung rawat inap yang dibangun pada 2017 menjadi salah satu yang membutuhkan perhatian khusus karena tingkat kerusakannya cukup signifikan.
Selain perbaikan, pihak rumah sakit juga merencanakan pengembangan fasilitas baru. Salah satunya adalah pemanfaatan lantai tiga yang selama ini belum digunakan, yang akan diarahkan menjadi ruang operasi. Proyek ini diproyeksikan membutuhkan anggaran lebih besar dan direncanakan melalui APBD tahun 2027.
Pemerintah Kota Serang berharap langkah perbaikan dan pengembangan ini dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta memenuhi standar fasilitas rumah sakit yang lebih baik ke depan. (Fj)
