JAKARTA | RMN Indonesia
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus menggerakkan strategi politik untuk meraih suara dalam Pemilu 2029. Selain itu, PSI mendorong kaum milenial agar berani terjun langsung ke dunia politik. Partai ini melihat kaum muda sebagai mitra penting dalam membangun negara.
Ketua DPP PSI Bidang Komunikasi Publik, Faldo Maldini, menekankan, milenial bukan sekadar target pemilih. “Kami percaya milenial selalu menciptakan disrupsi, termasuk di dunia politik,” kata Faldo, Selasa (13/1/2026). Kemudian, Faldo menambahkan bahwa semangat itu juga mengalir dalam tubuh PSI.
PSI mendisrupsi proses pemilihan ketua umum partai yang sebelumnya elitis menjadi one man one vote. “Mas Kaesang adalah produk pertama yang mayoritas kader pilih,” jelas Faldo. Langkah ini menunjukkan PSI memberikan ruang bagi kader muda untuk menentukan arah partai secara langsung.
Faldo menegaskan, PSI mendukung milenial dari berbagai bidang: profesional, penyelenggara negara, aktivis sosial, pegiat start up, dan pengusaha. “Kami berharap PSI menjadi platform milenial untuk berbuat baik di dunia politik,” imbuhnya. Selain itu, PSI mendorong mereka yang belum bergabung untuk ikut berkontribusi dan menyampaikan ide-ide mereka.
Di Jakarta, anggota PSI meluncurkan gerakan peduli hewan dan mengawasi perdagangan kucing. “Kami memprakarsai ini di Provinsi Jakarta,” ujar Faldo. Langkah ini menunjukkan PSI memperluas perhatian mereka ke isu sosial yang dekat dengan masyarakat, khususnya kaum muda.
Faldo menambahkan, PSI memanfaatkan media sosial secara intensif untuk mempercepat keterlibatan milenial. “Kami yakin kanal media sosial yang kami kelola dengan baik bisa memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia,” tutupnya.
Selain itu, PSI mendukung program Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk meningkatkan kualitas SDM milenial, baik di desa maupun kota. Faldo menekankan, keterbukaan adalah ciri khas PSI. “Siapapun bisa jadi apapun di PSI. Ini pemaknaan konsep demokrasi di era modern yang cepat berubah,” jelasnya.
(agus)
