Rabu, Agustus 12

JAKARTA | RMN Indonesia

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menggelar pertemuan dengan Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Dony Oskaria.

Maruarar mengapresiasi dukungan Badan Pengelola Investasi Danantara dan Badan Pengaturan BUMN dalam mengawal dua program strategis nasional, yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan rumah subsidi.

​Dia mengungkapkan bahwa Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi penyalur terbesar untuk program rumah subsidi, sedangkan Bank Mandiri menjadi penyalur utama KUR Perumahan.

Menurutnya sinergi antar-lembaga ini sangat krusial untuk mengejar target program 3 Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Terima kasih Pak Doni sudah super visi dari dua program strategis negara 3 juta rumah, yaitu kur perumahan dan rumah subsidi,” ujar Maruarar Sirait di Kantor Danantara, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

​Dalam kesempatan tersebut, Maruarar juga membeberkan rencana pemanfaatan lahan hibah seluas 30 hektar di kawasan Meikarta. Lahan tersebut direncanakan untuk pembangun bernilai total 141.000 unit hunian yang terdiri dari tipe satu, dua, dan tiga kamar.

Menurutnya skema legalitas hibah tersebut sedang dikoordinasikan bersama Kementerian Keuangan. Langkah ini diambil guna memastikan kepastian hukum bagi seluruh pihak terkait.

“Sekarang kita menunggu di Departemen Keuangan supaya aspek legalnya benar. Supaya jangan menimbulkan masalah, ada kepastian hukum yang benar bagi siapa? Bagi yang beli (rakyat), bagi pengembang yang bangun, dan bagi bank yang membiayai,” kata Menteri PKP.

Guna memperluas akses perumahan, Danantara bakal menggelar pameran perumahan di ICE BSD pada akhir bulan ini.

Pameran tersebut akan melibatkan seluruh ekosistem perumahan, mulai dari pengembang muda daerah, perbankan, hingga sektor UMKM..

​”Pameran ini akan menjadi wadah bagi masyarakat yang belum memiliki rumah, baik rumah subsidi tapak maupun hunian skala besar,” ujar Maruarar.

Dalam pameran tersebut juga akan mengampanyekan penggunaan produk lokal seperti genteng lokal melalui program gentengisasi. Langkah ini dilakukan untuk menaikkan kelas UMKM daerah melalui standarisasi kualitas produk bangunan. (Fj)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version