Jumat, Agustus 28

NTT | RMN Indonesia

Polri menghimpun bantuan sebesar Rp12,68 miliar untuk membantu korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut dikumpulkan melalui iuran secara gotong royong dari anggota Polri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan dana itu akan dititipkan kepada Kapolda untuk mendukung kebutuhan penanganan bencana di daerah terdampak.

“Kami gotong royong iuran, Pak, para anggota. Saat ini kami titip nanti ke Pak Kapolda Rp12,68 miliar, Pak. Untuk membantu kegiatan-kegiatan yang sifatnya diperlukan, karena mungkin Kapolda juga membutuhkan,” kata Sigit dalam rapat koordinasi penanganan pascagempa di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Selain menghimpun dana, Polri memperkuat penanganan darurat dengan mendirikan sejumlah posko di wilayah terdampak. Posko tersebut mencakup layanan tanggap darurat, kesehatan, hingga pemulihan trauma bagi masyarakat.

Sigit mengatakan Polri telah menyiapkan 20 posko tanggap darurat, sembilan posko kesehatan, dan sembilan posko trauma healing.

Polri juga menyediakan 45 unit tenda, 10 unit water treatment, serta tujuh unit dapur untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan petugas di lapangan.

“Kami juga membangun 20 posko tanggap darurat dan 9 posko kesehatan, 9 posko trauma healing, dan 45 unit tenda Polri, 10 unit water treatment, dan 7 unit dapur,” ujar Sigit.

Kumpulkan 284,54 Ton Logistik

Polri juga menghimpun bantuan logistik dari Mabes Polri dan jajaran kepolisian di berbagai daerah. Logistik tersebut disalurkan dan ditempatkan di posko-posko tambahan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Hingga Rabu (26/8/2026), total bantuan logistik yang telah dikumpulkan mencapai sekitar 284,54 ton.

“Baik dari Mabes, Polda-Polda, kami juga menghimpun logistik untuk kita tempatkan di posko-posko tambahan tersebut. Kurang lebih ada 284,54 ton sampai saat ini,” kata Sigit.

Selain bantuan logistik, Polri juga membuat posko cadangan di sejumlah polres yang terdampak gempa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan dan dukungan kepada masyarakat tetap berjalan apabila terjadi kebutuhan tambahan dalam penanganan bencana.

Penanganan pascagempa tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).

Prabowo datang langsung ke NTT untuk mengecek perkembangan penanganan gempa dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak mendapat penanganan.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam rapat tersebut, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala BNPB Letjen Suharyanto.

Polri bersama pemerintah dan unsur terkait terus melakukan penanganan darurat serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa NTT. (Fj)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version