Selasa, Agustus 4


Tangerang | RMN Indonesia

Penurunan debit Sungai Cisadane akibat musim kemarau mulai menjadi perhatian Pemerintah Kota Tangerang. Meski demikian, Perumdam Tirta Benteng memastikan pelayanan distribusi air bersih kepada pelanggan masih berjalan normal setelah melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga pasokan air baku.

Direktur Utama Perumdam Tirta Benteng Kota Tangerang, Doddy Effendy, mengatakan pihaknya bergerak cepat melakukan upaya antisipasi setelah mendampingi Wali Kota Tangerang Sachrudin meninjau kondisi Pintu Air 10 bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengeruk sedimentasi di sekitar bibir intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) guna memastikan pasokan air baku tetap optimal.

“Atas arahan Pak Wali Kota dan Pak Dirjen SDA, kami langsung melakukan pengerukan sedimentasi. Alhamdulillah, setelah pekerjaan berjalan, operasional instalasi pengolahan air kembali normal dan hingga hari ini distribusi air kepada masyarakat masih berjalan normal,” ujar Doddy usai Apel Kesiapsiagaan Bencana di halaman Gedung BPBD Kota Tangerang, Selasa (4/8/2026).

Selain pengerukan sedimentasi, Perumdam Tirta Benteng juga membentuk tim khusus di bawah Direktorat Teknik untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi semakin meningkat selama musim kemarau.

Tim tersebut terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang guna menyiapkan berbagai langkah penanganan apabila kondisi kekeringan semakin ekstrem.

“Kami sudah membentuk tim khusus dan terus berkoordinasi dengan BPBD sebagai bagian dari mitigasi risiko apabila kekeringan semakin meningkat,” katanya.

Doddy menjelaskan, Sungai Cisadane merupakan sumber utama air baku bagi Perumdam Tirta Benteng sehingga penurunan debit sungai berpotensi memengaruhi pelayanan. Namun hingga saat ini, kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap distribusi air bersih kepada pelanggan.

“Pasti ada potensi terdampak karena sumber utama kami dari Sungai Cisadane. Namun sampai hari ini, alhamdulillah belum ada dampak yang signifikan dan pendistribusian air masih terkendali,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan air bersih secara bijak selama musim kemarau sebagai bentuk partisipasi dalam menjaga ketersediaan air.

“Kami mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis pelayanan air bersih tetap dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version