Jumat, September 11

JAKARTA I RMN Indonesia

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mulai menggeber penataan jaringan utilitas kota Ia menargetkan seluruh kabel udara yang selama ini memenuhi ruang publik Jakarta dapat diturunkan ke bawah tanah dalam lima tahun ke depan target besar itu disampaikan Pramono saat meninjau pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).

Menurut Pramono, penataan kabel bukan sekadar persoalan estetika kota keberadaan kabel yang semrawut di udara juga berkaitan dengan aspek keamanan, keselamatan, hingga kenyamanan masyarakat pramono menyebut Pemprov DKI kini memiliki dasar hukum yang kuat untuk mempercepat proses tersebut melalui Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025.

“Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025, kita telah mempunyai payung hukum yang kuat untuk menata kabel-kabel utilitas dari atas permukaan ke bawah tanah saya menargetkan dalam jangka waktu lima tahun ke depan, seluruh kabel udara di Jakarta dapat diturunkan sepenuhnya demi mengubah wajah ibu kota secara signifikan,” ujar Pramono.

Libatkan Swasta pramono juga membuka pintu bagi badan usaha milik daerah maupun pihak swasta untuk terlibat dalam percepatan pembangunan SJUT Ia menilai penataan utilitas memiliki prospek bisnis sekaligus manfaat besar bagi tata kota Jakarta percepatan tersebut dilakukan melalui program 5M, yakni menggunakan SJUT, melakukan relokasi secara mandiri, mengikat kabel udara, memotong kabel yang sudah tidak berfungsi, serta meninggikan kabel yang menjuntai.

“Karena skema bisnisnya menjanjikan dan payung hukumnya telah rampung, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi swasta agar percepatan ini menjadi gerakan bersama demi kenyamanan seluruh warga,” tuturnya.

SJUT Sudah 41,7 Kilometer pembangunan SJUT di berbagai wilayah Jakarta kini terus dikebut dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat jaringan SJUT yang telah terbangun mencapai 41,7 kilometer sejumlah ruas prioritas juga ditargetkan segera rampung salah satunya kawasan Jalan Dr. Supomo, yang ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan proses pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan rekayasa lalu lintas serta sosialisasi kepada masyarakat dilakukan bersama Dinas Perhubungan agar pembangunan tidak menimbulkan gangguan lalu lintas yang berlebihan.

Pemilik Utilitas Diminta Tak Pasif pemprov DKI Jakarta juga meminta para pemilik jaringan utilitas ikut bertanggung jawab dalam proses penataan untuk wilayah yang belum terjangkau SJUT, pemilik utilitas didorong melakukan relokasi secara mandiri langkah ini dinilai penting agar penataan jaringan tidak hanya bergantung pada pembangunan SJUT oleh pemerintah.

Penataan bahkan mulai menyasar jaringan listrik PT PLN (Persero) saat ini menyiapkan desain sekaligus melakukan uji coba boks pembagi tegangan rendah sebelum penerapan Saluran Kabel Tanah Tegangan Rendah (SKTR) diperluas.

Senior Manager Konstruksi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta M Eryan Saputra mengatakan uji coba diperlukan untuk memastikan sistem baru memenuhi standar keselamatan dan keandalan pelayanan.

“Dukungan penuh kami berikan terhadap program penataan kota ini. Saat ini PLN tengah menyiapkan desain serta uji coba boks pembagi tegangan rendah sebelum SKTR digelar menyeluruh,” ungkap Eryan.

Jika target lima tahun tersebut terealisasi, wajah Jakarta diproyeksikan berubah drastis. Langit ibu kota yang selama ini dipenuhi kabel utilitas akan ditata lebih bersih, sementara jaringan utilitas dipindahkan ke ruang bawah tanah agar kawasan perkotaan menjadi lebih rapi, aman, dan nyaman.(Agus)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version