JAKARTA | RMN Indonesia
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Eddy Soeparno, menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Sharm El-Sheikh, Mesir, merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap peran aktif Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian bagi rakyat Palestina.
“Sejak awal dilantik, Presiden Prabowo secara konsisten terus memperjuangkan perdamaian Gaza dan gagasan two state solution untuk kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional,” ujar Eddy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/10).
KTT yang digelar di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, mempertemukan sejumlah pemimpin dunia untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang di Gaza — langkah penting menuju stabilitas kawasan Timur Tengah.
Menurut Eddy, kehadiran Presiden Prabowo di forum tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinannya.
“Konsistensi Presiden Prabowo diiringi strategi diplomasi yang tepat menjadikan Indonesia berperan penting dalam mewujudkan perdamaian Gaza yang akhirnya tercapai,” katanya.
Eddy juga mengungkapkan bahwa sejak masa pencalonan Prabowo sebagai presiden, isu kemerdekaan Palestina telah menjadi prioritas utama dalam kebijakan luar negeri.
“Saya menjadi saksi bahwa sejak Pilpres 2019 dan 2024, isu Palestina selalu menjadi komitmen beliau. Kini, setelah menjabat Presiden, komitmen itu diwujudkan dengan langkah nyata di panggung dunia,” ujarnya.
Politisi PAN itu menilai Prabowo tidak hanya menjalankan peran sebagai Commander in Chief tetapi juga sebagai “Diplomat in Chief” yang berhasil menjalin komunikasi efektif dengan berbagai kekuatan global.
“Presiden Prabowo menjadi tokoh sentral yang dihormati baik oleh Rusia dan China di satu sisi, maupun Amerika Serikat di sisi lain. Ini menunjukkan semakin pentingnya posisi Indonesia dalam diplomasi global,” tuturnya.
Eddy menambahkan, keberhasilan diplomasi tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia di bidang investasi, ekonomi, dan kerja sama internasional lainnya.
“Strategi diplomasi Presiden Prabowo membuka kesempatan baru bagi Indonesia, termasuk kolaborasi pembiayaan transisi energi, pariwisata, hingga kemandirian pangan,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk memanfaatkan momentum diplomasi ini dengan maksimal sebagai tindak lanjut dari keberhasilan Presiden Prabowo di kancah internasional.
“Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar membawa manfaat nyata bagi bangsa dan rakyat Indonesia,” pungkasnya.

