Selasa, Juli 14

Bogor | RMN Indonesia

Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor mempercepat persiapan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya sebagai bagian dari proyek strategis nasional berbasis Waste to Energy (WTE). Percepatan dilakukan melalui pematangan lahan di kawasan Galuga, Kabupaten Bogor, dengan target peletakan batu pertama pada awal Agustus, Senin, 13 Juli 2026.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Nani Hendiarti, unsur TNI, Danantara, kontraktor pelaksana, serta instansi terkait meninjau langsung lokasi pembangunan. Lahan seluas 8,7 hektare yang disiapkan akan menjadi lokasi pembangunan PSEL dan terintegrasi dengan fasilitas pengolahan fly ash dan bottom ash (FABA).

Dedie Rachim mengatakan percepatan proyek membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan karena persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu daerah saja. Menurutnya, kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan pihak pelaksana menjadi kunci agar pembangunan dapat segera dimulai.

“Jadi ada TNI-nya, ada pemerintah pusat, termasuk juga kami, kota dan kabupaten sudah benar-benar berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat menuju proses groundbreaking, supaya penanganan sampah yang dari hulu ke hilir itu bisa segera tuntas,” kata Dedie Rachim.

Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti, menjelaskan pemerintah pusat terus mengoordinasikan percepatan proyek bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian ESDM, dan Danantara sebagai pelaksana. Saat ini, fokus utama adalah menyelesaikan proses pematangan lahan melalui pekerjaan cut and fill agar sesuai dengan target pembangunan.

Menurut Nani, lokasi PSEL memiliki nilai strategis karena berada berdekatan dengan fasilitas pirolisis yang akan dibangun TNI. Nantinya, pirolisis akan mengolah timbunan sampah lama di TPA Galuga, sedangkan PSEL akan mengolah sampah baru yang masuk sehingga sistem pengelolaan sampah menjadi lebih terpadu.

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, menegaskan sinergi antara Kota Bogor dan Kabupaten Bogor dalam pengelolaan sampah telah terjalin sejak lama dan kini diperkuat melalui dukungan pemerintah pusat. Seluruh proses persiapan lahan ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga hari ke depan atau paling lambat 10 hari sehingga groundbreaking pembangunan PSEL Bogor Raya dapat dilaksanakan sesuai jadwal pada awal Agustus 2026. (Fj)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version