JAKARTA | RMN Indonesia
Sejumlah mitra dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) asal Jawa Barat menggelar aksi damai di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Senin (2/11/2026). Mereka menuntut kepastian izin dan jadwal operasional dapur makan bergizi gratis (MBG) yang telah dibangun menggunakan dana investasi mandiri.
Aksi tersebut dipicu ketidakjelasan status sejumlah dapur SPPG yang hingga kini belum bisa beroperasi. Akibatnya, para mitra mengaku terbebani secara finansial karena telah mengeluarkan modal besar, bahkan sebagian menggunakan dana pinjaman.
Koordinator aksi, Iman Rohiman, mengatakan kedatangan mereka bertujuan meminta penjelasan langsung mengenai kebijakan BGN terkait keberlanjutan operasional dapur yang telah dibangun.
โIni aksi damai. Dari (mitra pengelola asal) Jawa Barat, intinya silaturahmi. Hanya untuk menanyakan kepastian-kepastian atau kebijakan-kebijakan beliau terkait dapur-dapur kita, terkait investasi kita selama ini yang sudah lama mangkrak,โ ujar Iman.
Ia menjelaskan, pembangunan dapur SPPG dilakukan melalui mekanisme yang diarahkan dalam portal BGN. Karena itu, para mitra mempertanyakan kebijakan moratorium yang berdampak terhadap operasional dapur yang telanjur dibangun.
โMoratorium itu bahasa dia. Namun, kalau kita merujuk pada apa yang sudah diperintahkan oleh BGN untuk membangun dapur, kita bangun dapur melalui portal. Berarti, BGN sudah memerintahkan kita dan wajib bertanggung jawab atas perintahnya tersebut,โ ujar Iman.
Iman mengungkapkan, sejumlah mitra bahkan harus meminjam uang untuk membangun fasilitas dapur SPPG. Namun, hingga kini mereka belum mendapatkan kepastian kapan fasilitas tersebut dapat mulai beroperasi.
Para mitra meminta BGN memberikan solusi konkret terkait status dapur, mekanisme perizinan, serta jadwal operasional agar investasi yang telah dikeluarkan tidak terus membebani keuangan mereka.
Dalam aksi tersebut, para mitra juga berharap dapat bertemu dan berdialog langsung dengan Kepala BGN Sudaryono untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Iman menegaskan, para peserta aksi merupakan mitra yang turut mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui pembangunan fasilitas dapur SPPG.
โHarapannya cuma satu, ketemu dengan Sudaryono, berdialog. Kami pun mitra, bukan siapa-siapa. Kami orang yang mendukung program Pak Presiden ini. Kami mengeluarkan uang dan sebagainya untuk mendukung program ini, demi suksesnya program ini,โ ujarnya.
Iman menyayangkan belum adanya pihak yang menemui mereka meskipun para peserta aksi telah menunggu sejak pagi. Meski demikian, dia memastikan aksi tetap berlangsung tertib dan damai.
Para mitra berharap BGN segera membuka ruang dialog untuk memberikan penjelasan mengenai kebijakan moratorium dan status operasional dapur yang telah selesai dibangun. Mereka juga meminta kepastian langkah penyelesaian agar fasilitas tersebut tidak terus terbengkalai. (Egi)
