Rabu, Agustus 12

JAKARTA I RMN Indonesia

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong industri otomotif nasional untuk terus meningkatkan ekspor dengan memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan yang telah dimiliki Indonesia bersama negara mitra.

Dorongan tersebut disampaikan Mendag Budi Santoso saat menerima perwakilan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan pelaku industri untuk membahas perkembangan ekspor otomotif, peluang perluasan pasar, sekaligus berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha.

“Kami terus mendorong produk Indonesia untuk hadir di pasar global melalui berbagai kerja sama perdagangan yang telah dijalin dengan negara mitra,” ujar Budi Santoso.

Menurutnya, perluasan akses pasar melalui perjanjian perdagangan menjadi modal penting untuk meningkatkan ekspor sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Bidik Pasar Kawasan Teluk
Mendag juga menyoroti pentingnya memperkuat akses produk Indonesia ke pasar tujuan ekspor utama, termasuk kawasan Teluk.

Pemerintah saat ini terus mengupayakan penyelesaian kerja sama perdagangan dengan negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC). Kerja sama tersebut ditargetkan dapat diselesaikan paling lambat November 2026.

“Kami terus mendorong penyelesaian kerja sama perdagangan dengan GCC. Kami harapkan prosesnya dapat selesai paling lambat November ini sehingga akses pasar bagi produk Indonesia di kawasan Teluk dapat semakin diperkuat,” kata Budi.

Dalam pertemuan tersebut, Mendag didampingi Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi. Sementara delegasi TMMIN dipimpin Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto.

Toyota Soroti Peluang Amerika Latin

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto menyampaikan sejumlah masukan mengenai pengembangan ekspor otomotif Indonesia, termasuk peluang memperluas pasar ke kawasan Amerika Latin.

Menurut Nandi, Amerika Latin memiliki potensi besar untuk menjadi pasar ekspor otomotif Indonesia.

Namun, akses menuju pasar Meksiko masih menghadapi tantangan karena Indonesia belum memiliki perjanjian perdagangan dengan negara tersebut.

Di sisi lain, TMMIN menyatakan siap terus memanfaatkan peluang yang tersedia untuk memperkuat ekspor Indonesia. Komitmen tersebut sejalan dengan upaya Toyota mempertahankan Indonesia sebagai supply hub untuk berbagai pasar sekaligus menjajaki pasar ekspor baru.

Menanggapi masukan tersebut, Mendag mendorong TMMIN mengoptimalkan pasar yang telah memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia.

Salah satunya adalah Peru melalui skema Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) yang telah diimplementasikan.

Kemendag Permudah Proses Ekspor

Selain memperluas akses pasar, pemerintah juga berupaya mempermudah pelaku usaha dalam memanfaatkan fasilitas tarif yang tersedia melalui berbagai perjanjian perdagangan.
Salah satu langkahnya dilakukan melalui pengembangan sistem elektronik Surat Keterangan Asal (e-SKA). Sistem tersebut memungkinkan pemanfaatan SKA preferensi dilakukan secara otomatis.

Saat ini, fitur otomatisasi tersebut telah diterapkan untuk ekspor ke Uni Emirat Arab, Hong Kong, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Australia, dan Pakistan.

Mendag menegaskan pemerintah terbuka terhadap masukan dari dunia usaha. Setiap kendala yang dihadapi pelaku usaha diharapkan dapat segera disampaikan agar dapat ditindaklanjuti dan dikoordinasikan bersama kementerian serta lembaga terkait.
“Kami selalu terbuka menerima masukan dari pelaku usaha. Kalau ada kendala yang dihadapi, sampaikan kepada pemerintah agar dapat segera kami tindak lanjuti,” tegas Budi.(Fj).

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version