JAKARTA | RMN Indonesia
Kejaksaan Agung, lewat Jaksa Agung Muda Intelijen bersama dengan Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) meneguhkan komitmen mengawal ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto berjalan dan diimplementasikan seluruh penyelenggara negara dan pemerintahan pusat dan daerah.
Komitmen ini tertuang dalam diskusi kedua lembaga negara ini yang bertajuk ‘Optimalisasi Peran Intelijen Penegakan Hukum sebagai Supporting System dalam Pelaksanaan Asta Cita Presiden’ yang di gelar di Jakarta, Senin 10 Agustus 2026.
Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto mengatakan, kedua lembaga ini bersinergi mengoptimalkan pengawasan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Di sini Bappisus diminta untuk memberikan apa, sebagai narasumber. Itu apa-apa yang mungkin bisa disinergikan atau apa yang bisa kita bantu sebagai Kepala Bappisus terhadap proses untuk optimalisasi APBN,” kata Aris.
Aris mengatakan optimalisasi APBN diharapkan bisa dilakukan hingga ke daerah. Hal tersebut membuat dia berkoordinasi dengan Kejagung untuk mengoptimalkan APBN.
Aris menuturkan, optimalisasi APBN dilakukan agar pelaksanaannya dapat berjalan selaras hingga ke daerah. “Khususnya yang sampai ke daerah. Karena Bappisus tidak sampai ke daerah ya, yang sampai ke daerah adalah Kejaksaan,” ujar Aris.
Ia menambahkan, Kejaksaan Agung selama ini juga telah menjalankan proses penegakan hukum terhadap berbagai perkara yang merugikan keuangan negara. Karena itu, Bappisus mengapresiasi kinerja tersebut.
Menurut Aris, Bappisus akan terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Agung, dalam mengawal pembangunan dan pemberantasan berbagai tindak kejahatan yang berdampak pada penerimaan negara.
“Sampai saat ini alhamdulillah ya, Bappisus intens ya dengan Kejaksaan dan saudara-saudara semuanya melihat bagaimana proses penegakan hukum, pemberantasan korupsi, manipulasi, illegal logging, under-invoicing, under-counting, transfer pricing,” katanya. (Fj)
