Kamis, Juli 30

Jakarta | RMN Indonesia

Ratusan aktivis berkumpul dalam Reuni Aktivis in the ADK SHOW atau Arena Demokrasi & Kritik. Adapun event ini digagas oleh politisi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung.
Acara yang digelar di Auditorium RRI Jakarta ini, menghadirkan ratusan aktivis, akademisi dan politisi dari beragam latar belakang baik yang kini berada di koalisi pemerintah, menjadi penyeimbang, atau bahkan oposisi.

Dalam Reuni Aktivis tersebut, Doli juga meluncurkan empat buku terbaru masing-masing berjudul Perspektif, Kacamata Doli Kurnia (2), Quote of The Day, dan Kacamata versi Komik.

Secara keseluruhan, Doli itu telah menulis 14 buku sejak 1999. Dalam buku yang dibagikan ke tamu undangan, ‘Perspektif’ bercerita tentang perjalanan hidup Doli dari Medan hingga menjadi politisi seperti saat ini.

Namun, berbeda dengan biografi, buku tersebut justru menceritakan berbagai fenomena dan orang-orang yang hadir dalam perjalanan hidupnya. Doli tidak menceritakan dirinya, melainkan menulis tentang lingkungan dan orang-orang yang berkesan dalam hidupnya.

“Bukan autobiografi; justru ini merupakan cara pandang, POV, atau perspektif saya tentang apa yang saya lihat dan rasakan sejak kecil hingga sekarang. Mungkin satu peristiwa bisa dilihat secara berbeda oleh masing-masing dari kita, dan itulah kekayaan perspektif,” ujar Doli, dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

“Bahwa perbedaan cara pandang itu biasa,” sambungnya.

Sementara buku ‘Kacamata Doli Kurnia’ merupakan kumpulan tulisan Doli selama setahun terakhir. Ia menulis tentang isu UU Pemilu, sistem politik, kekerasan terhadap anak, hingga Palestina dan Iran.

Saat ditanya mengapa temanya variatif, tidak hanya isu di komisinya di DPR, Doli menjelaskan justru ruang menulis di kolom media menjadi oasis untuk merenungkan banyak hal.

“Dan saya, sebagai anggota parlemen, pada dasarnya tidak hanya mewakili satu bidang atau satu dapil saja. Namun semua isu yang menjadi kegelisahan rakyat,” jelas Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI tersebut.

Dalam kesempatan itu, Doli berharap buku-buku tersebut dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang. Doli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengisi acara, para roaster, serta rekan-rekan aktivis yang telah memberikan testimoni dan masukan.

“Terima kasih atas semuanya. Saya merasa bahwa saya akan tetap menjadi aktivis ke depan,” ucap Doli.

“Manusia harus bersedia menerima kritik dan saran. Artinya, saya ingin menjadi orang yang tidak antikritik dan selalu terbuka,” sambungnya.

Menurut Doli, ADK SHOW bukan sekadar ajang reuni. Tetapi juga menjadi ruang refleksi pribadi.

“Masukan-masukan ini sangat berharga bagi saya. Karena itu, saya berterima kasih kepada keluarga besar aktivis,” jelas Doli. (Fj)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version