Jumat, April 17

JAKARTA | RMN Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 34 gempa susulan terjadi setelah gempa utama bermagnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah perairan tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026).

BMKG menyampaikan bahwa aktivitas gempa susulan masih terus berlangsung sebagai bagian dari proses penyesuaian energi di dalam kerak bumi pascagempa utama.

Meski demikian, intensitas gempa susulan yang terjadi bervariasi dan umumnya lebih kecil dibandingkan gempa utama.

Selain itu, BMKG memastikan bahwa status peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa telah resmi diakhiri. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, namun tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

Gempa bermagnitudo 7,6 tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 05.48 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar wilayah Bitung. Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di kawasan Laut Maluku.

Guncangan gempa dirasakan kuat di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara hingga Maluku Utara dan sempat memicu kepanikan warga. BMKG juga mencatat adanya gelombang tsunami kecil di beberapa lokasi, meskipun tidak menimbulkan dampak besar.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari BMKG serta instansi terkait guna menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.(fj)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version