Selasa, Juni 2

Jakarta | RMN Indonesia

Legislator Partai Golkar Firman Soebagyo menyebut sila kelima Pancasila, mengenai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

Anggota Baleg DPR itu mengatakan petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga guru, masih mengadapi sejumlah hambatan dan regulasi yang memberatkan.

Dia juga mengungkapkan sila ketiga mengenai Persatuan Indonesia, menghadapi berbagai ujian berat.

“Ujian berat akibat perkembangan teknologi, yakni penyebaran hoaks, dan maraknya politik identitas di media sosial,” katanya, dikutip dari Parlementaria, Selasa (2/6).

Firman juga menyoroti sila kedua, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Menurutnya, keteladanan masih lemah.

Dia menekankan keteladanan harus dimulai dari para pejabat, elite pemerintahan, serta tokoh masyarakat.

“Kami tak minta Pancasila dihafal. Kami minta Pancasila dihidupi, dijiwai, dirasakan. Kalau negara hadir untuk rakyat, Pancasila hidup dengan sendirinya,” ujarnya.

Anggota MPR itu usul pembacaan Pancasila, dilakukan rutin di sekolah. Waktunya, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Firman mengatakan budaya yang sama juga bisa diterapkan di lingkungan pemerintahan, mulai desa hingga pemerintah pusat.

“Budaya itu, akan membuat ideologi Pancasila mudah dipahami, dijiwai, dan diamalkan dalam kehidupan,” ucapnya (Fj)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version