Denpasar | RMN Indonesia
Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan masyarakat agar tidak serta-merta menyimpulkan kondisi Bali hanya berdasarkan pemberitaan maupun informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, informasi yang beredar kerap berasal dari berbagai sudut pandang dan belum tentu menggambarkan kondisi yang sebenarnya.
Hal itu disampaikan Koster usai memimpin rapat koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Selasa (28/7/2026).
Rakor tersebut membahas berbagai persoalan terkait keamanan, ketertiban, serta keimigrasian warga negara asing (WNA), sekaligus mengevaluasi sejumlah perkembangan yang berpotensi memengaruhi situasi keamanan di Bali.
Dalam rapat tersebut, Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana, Kepala BIN Daerah (Kabinda) Bali, jajaran Imigrasi, dan Danrem 163/Wirasatya menyampaikan laporan bahwa secara umum kondisi Bali tetap aman, tertib, dan kondusif.
Koster menegaskan bahwa rakor tersebut tidak hanya membahas satu atau dua persoalan tertentu, melainkan mengevaluasi situasi secara menyeluruh guna memastikan Bali tetap kondusif sebagai destinasi pariwisata dunia.
“Koordinasi ini kami lakukan secara rutin untuk mengevaluasi kondisi keamanan di Provinsi Bali. Beberapa isu yang berkembang di media sosial terkadang tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” ujarnya.
Menurut Koster, pemerintah bersama seluruh unsur terkait telah melakukan kajian dan evaluasi secara menyeluruh. Ke depan, intensitas koordinasi dan pelaksanaan tugas masing-masing lembaga akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia menegaskan, langkah tersebut bukan semata-mata untuk menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata internasional, tetapi juga sebagai bentuk penegakan hukum dan perlindungan terhadap masyarakat.
“Menjaga keamanan dan ketertiban merupakan kunci utama mempertahankan Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Koster juga menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang terduga pencuri ayam di Desa Baturiti, Kabupaten Tabanan, yang berujung pada meninggalnya korban.
Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat Bali untuk menjaga kondusivitas di lingkungan masing-masing, menahan diri apabila terjadi persoalan hukum, serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganannya kepada aparat yang berwenang,” tegasnya.
Koster mengatakan upaya pencegahan harus dimulai dari tingkat desa. Karena itu, ia akan menginstruksikan para kepala desa dan bendesa adat di seluruh Bali untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menaati hukum dan menjaga keamanan lingkungan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi atau opini yang belum tentu benar di media sosial karena dapat memicu kesalahpahaman dan memperkeruh situasi.
Menanggapi pertanyaan mengenai faktor sosial dan ekonomi yang diduga melatarbelakangi tindak pencurian tersebut, Koster menjelaskan bahwa pemerintah telah menjalankan berbagai program pengentasan kemiskinan dan bantuan sosial.
Menurutnya, program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota, serta pemerintah pusat sehingga masyarakat memiliki akses terhadap berbagai bentuk bantuan.
“Dalam pemerataan ekonomi, seluruh desa di Bali menjadi perhatian. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota terus berkolaborasi, termasuk dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial. Karena itu, persoalan ekonomi tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan pelanggaran hukum,” tegas Koster.(hmi)
BERI KETERANGAN – Gubernur Bali Wayan Koster memberi keterangan kepada wartawan usai rakor Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali di ruang rapat Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Selasa (28/7/2026).
