TANGERANG | RMN Indonesia
Festival Cisadane 2026 kembali mencatatkan capaian positif, tidak hanya sebagai ajang pelestarian budaya dan destinasi wisata unggulan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah. Selama penyelenggaraan festival, nilai transaksi tercatat hampir mencapai Rp10,5 miliar, seiring meningkatnya partisipasi pelaku usaha dan antusiasme masyarakat.

Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator bahwa Festival Cisadane terus berkembang sebagai agenda strategis yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat sektor pariwisata Kota Tangerang.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berkomitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan Festival Cisadane dengan mengedepankan konsep green event, yakni penyelenggaraan acara yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, Festival Cisadane tetap mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan. Ke depan, kami ingin festival ini semakin berkualitas, tertata, inklusif, ramah lingkungan, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Kota Tangerang,” ujar Maryono.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mengusung semangat pelestarian lingkungan, mulai dari aksi bersih Sungai Cisadane, penanaman pohon, pengelolaan sampah, hingga edukasi lingkungan yang melibatkan komunitas, relawan, dan masyarakat selama festival berlangsung.
Maryono menjelaskan, peningkatan kualitas penyelenggaraan juga tercermin dari bertambahnya jumlah peserta dan pelaku usaha yang terlibat. Tahun ini, jumlah booth yang meramaikan Festival Cisadane meningkat lebih dari dua kali lipat, dari 90 booth pada 2025 menjadi 190 booth pada 2026.
Peningkatan tersebut turut berdampak pada perputaran ekonomi selama festival. Berdasarkan data panitia, total transaksi selama penyelenggaraan mendekati Rp10,5 miliar. Selain itu, omzet pelaku UMKM mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, disertai meningkatnya tingkat hunian hotel di Kota Tangerang karena tingginya kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah, peningkatan transaksi menunjukkan bahwa Festival Cisadane semakin mampu menggerakkan ekonomi lokal. UMKM merasakan manfaatnya, sektor perhotelan ikut terdongkrak, dan kunjungan wisatawan terus meningkat,” katanya.
Menurut Maryono, keberhasilan Festival Cisadane masuk dalam daftar 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 merupakan modal penting untuk terus meningkatkan standar penyelenggaraan. Ia optimistis, melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat, Festival Cisadane akan terus berkembang sebagai salah satu festival unggulan di Indonesia.
“Harapan kami, Festival Cisadane tidak hanya mampu mempertahankan predikat sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara, tetapi juga terus naik kelas hingga menjadi salah satu festival terbaik di Indonesia yang mampu mengangkat potensi budaya, pariwisata, dan perekonomian daerah,” tutup Maryono.(Wil)
