JAKARTA I RMN Indonesia
Pengamat politik Rocky Gerung kembali terseret dalam polemik panas kali ini, bukan hanya berhadapan dengan pakar hukum tata negara Feri Amsari, Rocky juga mendapat sentilan tajam dari eks Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif.
Laode menyoroti perdebatan Rocky dan Feri Amsari terkait keterlibatan tentara dalam program penanaman jagung yang membuat polemik semakin panas, Laode menyinggung sikap Rocky yang selama ini dikenal sangat kritis terhadap kekuasaan.
Melalui akun X miliknya, Laode melontarkan sindiran yang langsung mengarah pada perubahan sikap Rocky ketika pembahasan menyentuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pernyataan tersebut sontak menjadi sorotan Sebab, Rocky Gerung selama ini dikenal sebagai pengamat yang kerap melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah dan para penguasa.
Kini, justru konsistensi sikap kritis Rocky yang Dari soal Jagung Merembet ke Prabowo polemik bermula dari perdebatan mengenai keterlibatan tentara dalam program penanaman jagung Rocky dan Feri Amsari berbeda pandangan dalam melihat persoalan tersebut perdebatan kemudian berkembang menjadi isu yang lebih besar, yakni mengenai batas keterlibatan militer dalam program pemerintahan di ranah sipil.
Laode kemudian masuk dengan kritik yang menyoroti posisi Rocky Sentilan tersebut seolah membuka pertanyaan besar: mengapa sikap seorang pengkritik kekuasaan bisa terlihat berbeda ketika berhadapan dengan pemerintahan tertentu?
Pertanyaan itulah yang membuat komentar Laode menjadi semakin menarik perhatian Laode pertanyakan konsisten Rocky Gerung Laode dikenal sebagai salah satu tokoh antikorupsi yang vokal dalam mengkritisi persoalan tata kelola pemerintahan.
Karena itu, ketika Laode menyoroti Rocky, pernyataannya langsung menjadi bagian dari perdebatan publik Apalagi, Rocky selama bertahun-tahun membangun citra sebagai intelektual publik yang tajam mengkritik kekuasaan Kini, publik disuguhi pertanyaan baru: apakah Rocky masih menggunakan standar kritik yang sama ketika yang dibahas adalah pemerintahan Prabowo?
Sentilan Laode pun berpotensi membuat polemik semakin panjang perdebatan yang awalnya hanya berkutat pada tentara dan program penanaman jagung, kini melebar menjadi pertarungan wacana tentang kekuasaan, independensi, dan konsistensi seorang pengamat politik.
Jika kritik terhadap kekuasaan harus konsisten, maka siapa pun presidennya seharusnya mendapatkan standar kritik yang sama dan melalui unggahannya di X, Laode M Syarif tampaknya sedang mempertanyakan hal tersebut kepada Rocky Gerung.(Agus).
