JAKARTA | RMN indonesia
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon secara resmi membuka pameran Art Jakarta Papers 2026 yang digelar di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, pada 6–8 Februari 2026. Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian Art Jakarta 2026 dan menampilkan karya seni rupa dengan fokus utama pada medium kertas.
Art Jakarta Papers 2026 menghadirkan 28 galeri dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara Asia. Pameran ini diposisikan sebagai platform strategis untuk memperkuat ekosistem seni rupa kontemporer berbasis kertas, baik di tingkat nasional maupun regional.
Fadli Zon mengapresiasi penyelenggaraan Art Jakarta Papers 2026 yang dinilainya sebagai terobosan penting dan relevan dengan sejarah panjang penggunaan kertas dalam budaya Nusantara.
“Ini merupakan suatu terobosan karena kertas sudah menjadi bagian dari ekspresi budaya di Nusantara. Sejak abad ke-7 Masehi, kita telah mengenal daluang dari kulit kayu yang digunakan untuk manuskrip, seni lukis, wayang beber, hingga berbagai ekspresi budaya lainnya. Ini menunjukkan bahwa kita memiliki sejarah panjang dengan medium kertas,” ujar Fadli Zon, Jumat (6/2/2026).
Ia menilai penggunaan kertas dalam seni mencerminkan kekayaan ekspresi budaya Indonesia yang sangat luas. Bahkan, menurutnya, istilah diversity tidak lagi cukup untuk menggambarkan kondisi tersebut, sehingga Indonesia layak disebut sebagai negara dengan megadiversity budaya.
Dalam konteks pembangunan kebudayaan, Kementerian Kebudayaan saat ini memprioritaskan penguatan lima ekosistem utama, yakni film, musik, seni pertunjukan, seni sastra, dan seni rupa. Fadli menilai seni rupa memiliki potensi besar menjadi keunggulan nasional, mengingat tingginya minat kolektor internasional terhadap karya perupa Indonesia.
Ia juga menyoroti keterkaitan Art Jakarta Papers dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN). Melalui pameran ini, perupa muda dari berbagai daerah mendapatkan ruang untuk berpameran, membangun jejaring, serta berinteraksi langsung dengan pelaku seni rupa internasional.
“Ini adalah program strategis untuk membangun trajektori talenta nasional agar perupa muda kita memiliki ruang tumbuh, jejaring global, dan kesempatan tampil di panggung internasional,” tuturnya.
Fadli menegaskan pentingnya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, pelaku budaya, komunitas seni rupa, Art Jakarta, serta sektor swasta agar karya perupa Indonesia semakin dikenal di tingkat global.
“Ekspresi seni rupa merupakan bagian penting dari ekspresi budaya bangsa. Kita ingin karya-karya perupa Indonesia semakin terlihat di dunia internasional dan tidak lagi underrepresented,” ujarnya.
Sementara itu, VIP Relations Art Jakarta Hafidh Ahmad Irfanda berharap Art Jakarta Papers 2026 dapat terus berkembang sebagai platform yang adaptif terhadap perubahan zaman dan mampu mendorong seniman Indonesia tampil di kancah nasional maupun internasional.
Art Jakarta Papers 2026 menampilkan beragam karya seni berbasis kertas, mulai dari gambar, cetak grafis, ilustrasi, fotografi, buku seniman, patung, instalasi, hingga praktik seni berbasis arsip dan riset. Dari total peserta, 22 galeri berasal dari Indonesia, sementara enam galeri internasional datang dari Kuala Lumpur, Bangkok, Tokyo, Taipei, dan Seoul. (fj)
