Jumat, April 17

JAKARTA | RMN indonesia

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyoroti persoalan sampah di Bali yang sebelumnya menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Saleh mengaku saat kunjungan ke Bali melihat langsung tumpukan sampah yang menjulang tinggi, menimbulkan keresahan tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat dan pelaku pariwisata.

“Waktu di Bali, saya sudah pernah lihat sampah yang dimaksud. Tumpukannya menjulang tinggi. Sepertinya itu sudah ada sejak lama. Pasti sudah meresahkan banyak pihak, terutama pemerintah,” kata Saleh kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

Ia menekankan pentingnya Bali menjadi prioritas dalam program pengolahan limbah menjadi energi atau waste to energy yang sedang digalakkan pemerintah. Tahun ini, program tersebut direncanakan dibangun di 34 kota besar, dan Bali menurutnya harus mendapat perhatian khusus karena dampak sampah terhadap sektor pariwisata sangat signifikan.

“Dalam konteks perang melawan sampah, pemerintah sudah memiliki program waste to energy. Beriringan dengan program ini, Bali sudah sepatutnya dijadikan salah satu yang perlu diutamakan untuk didahulukan,” ujar Saleh.

Saleh menambahkan bahwa penanganan sampah harus melibatkan koordinasi penuh antara pemerintah pusat, Pemprov Bali, dan masyarakat lokal. Ia menekankan perlunya rencana strategis yang terintegrasi, termasuk program Gerakan Indonesia Asri, optimalisasi bank sampah, TPS3R, dan Rumah Maggot berbasis larva, untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi dan pupuk organik.

“Kemenpar dan Pemprov Bali perlu duduk bersama. Harus ada rencana bersama agar diutamakan dan diprioritaskan. Dalam waktu panjang, mereka juga harus ikut dalam program pemerintah lainnya,” ujarnya.

Saleh menekankan, persoalan sampah bukan hanya soal estetika, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan, kenyamanan masyarakat, dan daya tarik pariwisata. Ia menegaskan bahwa Komisi VII DPR siap mengawasi dan mendorong regulasi khusus jika diperlukan untuk memastikan program berjalan efektif.

“Suatu negara dikatakan maju jika negara itu bersih. Hanya di tempat bersih orang akan tenang dan nyaman untuk hidup dan tinggal. Karena itu, tidak salah bila disebut bahwa kebersihan adalah ciri utama negara maju,” kata Saleh.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti isu serupa dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Prabowo mengingatkan bahwa sektor pariwisata, termasuk Bali, sangat bergantung pada kebersihan lingkungan.

“Indonesia indah, tapi bagaimana turis mau datang kalau Bali kotor? Saya di Korea bertemu tokoh-tokoh di sana, mereka mengatakan ‘Your excellency, I just came from Bali. Bali so dirty now. Bali not nice’. Itu menjadi koreksi bagi kita,” ujar Prabowo.

Ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi masalah sampah. Prabowo juga menunjukkan kondisi pantai Bali pada Desember 2025 sebagai bukti nyata perlunya tindakan segera.

“Ini pantai Bali. Bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah?” kata Prabowo menekankan urgensi masalah ini.

Selain itu, Saleh menekankan bahwa program waste to energy bukan hanya solusi sementara, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mengubah sampah menjadi sumber daya. Ia mendorong pengembangan energi alternatif dari sampah yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menjaga lingkungan Bali tetap bersih dan ramah bagi wisatawan.

“Perlu ada pemantauan berkelanjutan. Jangan sampai program hanya menjadi formalitas, sementara masalah sampah tetap menumpuk di jalan, sungai, dan pantai. Semua pihak harus ambil peran, dari pemerintah, pengelola wisata, hingga masyarakat lokal,” tegasnya.

Saleh menutup pernyataannya dengan menyerukan agar semua pihak bertindak cepat, karena persoalan sampah tidak bisa ditunda lagi. Menurutnya, kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan indikator kemajuan bangsa.

“Sampah itu memang tidak baik. Tidak ada alasan untuk berdiam diri. Apa yang bisa dikerjakan sekarang, jangan tunggu sampai esok lusa. Bali harus bersih, rakyat harus sehat, dan wisatawan harus nyaman,” pungkasnya. (fj)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version