CIPUTAT – RMN Indonesia
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Salah satu catatan utama dalam evaluasi tersebut adalah meningkatnya jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 17 ribu orang, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berkisar 12 ribu pendaftar.
Kepala Disdikbud Kota Tangsel, Deden Deni, mengatakan secara umum pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Seluruh tahapan seleksi, mulai dari jalur domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi telah selesai, dan saat ini sekolah memasuki pekan kedua kegiatan belajar mengajar.
“Sejauh ini pelaksanaan SPMB berjalan lancar. Memang masih ada masyarakat yang belum puas, tetapi seluruh proses sudah kami jelaskan secara terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat,” ujar Deden, Senin (27/7/2026).
Menurut Deden, tantangan utama yang masih dihadapi adalah belum seimbangnya jumlah peminat dengan daya tampung sekolah negeri. Kondisi tersebut hampir selalu terjadi setiap pelaksanaan SPMB dan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.
“Tahun ini jumlah peminat kurang lebih mencapai 17 ribu orang, sedangkan tahun lalu sekitar 12 ribuan. Hal ini menjadi perhatian kami dalam evaluasi. Namun, sistem dan mekanisme SPMB tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Selama proses pendaftaran, Disdikbud juga membuka posko layanan di kantor dinas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan informasi maupun pendampingan terkait mekanisme pendaftaran. Posko tersebut beroperasi setiap hari kerja hingga pukul 16.00 WIB.
“Alhamdulillah, keberadaan posko cukup membantu. Masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh informasi atau memahami mekanisme pendaftaran dapat langsung berkonsultasi dengan petugas,” jelasnya.
Selain itu, Deden memastikan aplikasi SPMB berjalan normal tanpa mengalami gangguan teknis selama proses seleksi berlangsung. Hingga seluruh tahapan selesai, pihaknya tidak menerima laporan mengenai kendala pada sistem.
“Tidak ada komplain terkait aplikasi. Seluruhnya sudah kami antisipasi sejak awal. Jika ada kendala, umumnya disebabkan miskomunikasi atau masyarakat yang belum mengetahui adanya perubahan informasi,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut dari hasil evaluasi, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tengah membangun satu SMP Negeri baru di wilayah Ciputat yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran mendatang. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan dapat menambah daya tampung peserta didik serta mengurangi kepadatan di sejumlah wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan sekolah negeri, seperti Pondok Aren dan Serpong Utara.
Di sisi lain, program bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang diterima di sekolah swasta juga dipastikan tetap berlanjut. Nantinya, pihak sekolah swasta akan mengusulkan nama-nama calon penerima kepada Disdikbud setelah kegiatan belajar mengajar berjalan.
“Mekanismenya, sekolah swasta akan mengusulkan data siswa kepada kami. Setelah proses pembelajaran berjalan, baru dilakukan pendataan dan verifikasi untuk penyaluran bantuan,” pungkas Deden. (wil)
