JAKARTA | RMN inonesia
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi NasDem, Ujang Bey, menilai usulan penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (PNS) perlu dirancang secara matang oleh pemerintah agar kebijakan tersebut dapat berjalan efektif.
Ujang menyampaikan apresiasi terhadap gagasan yang disampaikan Ketua Umum Muhaimin Iskandar terkait penerapan WFH sebagai upaya menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM), terutama menjelang periode libur nasional.
Menurutnya, apabila pemerintah mempertimbangkan kebijakan tersebut, perlu ada perencanaan yang jelas dan terukur, termasuk perhitungan potensi penghematan BBM yang dapat dihasilkan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik apabila kebijakan WFH diterapkan. Pelayanan kepada masyarakat, kata dia, harus tetap berjalan secara optimal meskipun sebagian pegawai bekerja dari rumah.
Selain itu, Ujang menilai pemerintah perlu menentukan secara selektif instansi atau kementerian yang memungkinkan menerapkan sistem kerja jarak jauh. Hal ini mengingat jumlah PNS yang besar serta perbedaan karakter tugas di setiap lembaga.
Sebelumnya, Muhaimin Iskandar yang juga dikenal sebagai Cak Imin mengusulkan agar PNS mempertimbangkan bekerja dari rumah sebagai salah satu langkah efisiensi energi. Ia menilai kemacetan lalu lintas, khususnya di Jakarta, menyebabkan pemborosan BBM.
Menurutnya, potensi kenaikan harga energi akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi alasan perlunya langkah penghematan, termasuk melalui pengurangan mobilitas kerja.
Selain mengusulkan WFH bagi PNS, Cak Imin juga mendorong efisiensi penggunaan energi di lingkungan kantor, termasuk di kantor Dewan Pimpinan Pusat PKB. (Fj)
