JAKARTA | RMN Indonesia
Warga Muslim Amerika Serikat (AS) keturunan Afghanistan, Aisha Wahab, yang dikenal lantang mengkritik kebijakan Israel terhadap Palestina, memenangkan pemilihan khusus untuk mengisi kursi Senat Negara Bagian California.
Wahab, yang berasal dari Partai Demokrat, mengalahkan Melissa Hernandez dalam pemilihan tersebut. Hernandez mendapat dukungan dari Super PAC yang berafiliasi dengan kelompok pro-Israel, American Israel Public Affairs Committee (AIPAC).
Kemenangan Wahab diraih di tengah kampanye besar dari kelompok-kelompok luar yang berupaya menggagalkan pencalonannya.
Sejumlah Super PAC menggelontorkan jutaan dolar untuk memasang iklan yang menyerang Wahab sekaligus mendukung Hernandez pada pekan-pekan terakhir kampanye.
Al Jazeera, Jumat (21/8), melaporkan United Democracy Project, kelompok yang berafiliasi dengan AIPAC, menghabiskan sekitar US$1,2 juta atau Rp21,25 miliar pada Agustus untuk kampanye yang menentang Wahab.
Jika digabungkan dengan pengeluaran kelompok afiliasi lainnya, dana yang dikucurkan untuk kampanye tersebut mencapai sekitar US$1,7 juta atau Rp30 miliar.
AIPAC dan sejumlah kelompok yang berafiliasi dengannya selama ini aktif mendukung kandidat yang pro-Israel sekaligus berupaya mengalahkan kandidat yang dinilai mendukung perjuangan Palestina.
Meski menghadapi perbedaan besar dalam hal pengeluaran kampanye, Wahab tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai kandidat unggulan hingga akhirnya memenangkan kursi Senat California.
Kemenangan tersebut menjadi catatan sejarah bagi Wahab. Ia disebut sebagai keturunan Afghanistan pertama yang berhasil meraih kursi di Kongres AS sekaligus menjadi perempuan Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Senat Negara Bagian California.
Kemenangan Wahab juga menjadi sorotan di tengah meningkatnya perhatian terhadap keterwakilan komunitas Muslim dan isu Palestina dalam politik Amerika Serikat.(hmi)
