Minggu, Agustus 30

JAKARTA I RMN Indonesia

Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa analisisnya terkait kemungkinan percepatan jadwal Pemilu 2029 murni merupakan pandangan pribadi. Ketua Umum Projo itu membantah keras narasi yang menyebut pernyataannya sebagai pesanan atau mewakili sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Klarifikasi tersebut disampaikan Budi Arie setelah pernyataannya mengenai kemungkinan dinamika politik yang dapat berkembang lebih cepat dari jadwal Pemilu 2029 menjadi sorotan publik.
Menurut Budi Arie, tidak ada arahan maupun tanggapan dari Jokowi yang dapat diartikan sebagai dukungan terhadap wacana tersebut. Ia menegaskan, Jokowi hanya mendengarkan pembicaraan yang berlangsung saat itu.
“Pernyataan yang beredar akhir-akhir ini memang analisis dan pandangan pribadi saya,” ujar Budi Arie dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat, 28 Agustus 2026. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan pendapat maupun sikap Jokowi.

Budi Arie bahkan meminta publik tidak menyeret nama Jokowi dalam polemik tersebut. Ia menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas analisis yang disampaikannya, termasuk menerima segala konsekuensi dari pernyataan tersebut.

Sebelumnya, video Budi Arie yang membahas kemungkinan percepatan momentum politik sebelum 2029 beredar luas dan memicu beragam spekulasi. Karena pernyataan itu disampaikan saat berada di dekat Jokowi, muncul narasi bahwa wacana tersebut berkaitan dengan sikap mantan presiden tersebut.

Namun, Budi Arie membantah tudingan itu dan menegaskan bahwa pembicaraan mengenai kemungkinan perubahan dinamika politik harus ditempatkan dalam koridor demokrasi dan konstitusi. Ia juga menyatakan tidak bermaksud mengajak atau mendorong pihak tertentu untuk mempercepat pemilu.

“Saya bertanggung jawab penuh dan siap menerima segala konsekuensi dari analisis saya tersebut,” tegasnya.(Agus).

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version