JAKARTA | RMN Indonesia
Stok beras nasional diprediksi mencapai 6 juta ton seiring dengan meningkatnya produksi.
Saat hadir di rapat kerja nasional Perum Bulog, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menuturkan, stok beras nasional yang disimpan di gudang Bulog mencapai 3,8 juta ton. Amran juga menyampaikan langsung apresiasi Presiden Republik Indonesia atas capaian stok pangan nasional.
“Desember-Januari stok diperkirakan mencapai 3 juta ton. Lalu Februari hingga April kita butuh penyerapan 3 juta ton. Total perkiraan 6 juta ton,” tuturnya, dikutip, Kamis (20/11).
Dengan meningkatkan stok tersebut, diperlukan gudang baru untuk Perum Bulog. Rencananya pemerintah membangun 100 gudang baru Bulog menggunakan APBN sebesar Rp 5 triliun. “Tantangannya adalah gudang harus disiapkan dari sekarang,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dengan meningkatnya produksi pangan, Bulog memperkirakan panen raya tahun depan akan jauh lebih besar. Sementara itu, stok di gudang saat ini mencapai 3,8 juta ton dan diprediksi mencapai 3,2 juta ton pada akhir tahun. “Sedangkan 3,2 juta ini perlu ada penyerapan baru saat puncak panen Februari-Mei,” ucapnya.
Untuk target pembangunan gudang Bulog, Rizal meyakini dapat selesai bertahap pada Maret 2026, sehingga dapat menampung penyerapan saat panen raya di awal tahun. “Oleh karena itu, Bulog ke depan akan menambah gudang dengan arahan Bapak Presiden. Harapannya bulan Maret nanti sudah jadi dan bisa langsung menampung hasil panen raya,” jelasnya. (jr)
