JAKARTA | RMN Indonesia
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai berhasil menjaga stabilitas politik selama satu tahun pertama masa jabatan mereka. Hal ini disebut sebagai faktor penting yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyebut kondisi politik yang kondusif menjadi kunci utama untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan mendukung penciptaan lapangan kerja.
“Kalau kita bicara soal keberlanjutan ekonomi dan masuknya investasi ke Indonesia, maka stabilitas politik adalah syarat mutlak,” kata Adi dalam Forum Diskusi “Capaian Satu Tahun Kinerja Kabinet Merah Putih di Bidang Perekonomian” di Jakarta, Senin (20/10).
Adi menilai kerja sama antar-elit politik dan partai dalam satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran tergolong harmonis. Menurutnya, hampir seluruh kekuatan politik kini berada dalam barisan pendukung pemerintah, sehingga minim resistensi terhadap kebijakan strategis.
“Kita menyaksikan bahwa hampir seluruh partai telah masuk dalam lingkar kekuasaan. Pemerintah jarang menghadapi penolakan terbuka terhadap kebijakan yang dikeluarkan,” ujarnya.
Kondisi ini disebut berbeda dengan awal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang kala itu menghadapi dinamika politik tinggi akibat dominasi oposisi di parlemen.
“Pak Jokowi di periode awal harus menghadapi parlemen yang mayoritas dikuasai oposisi. Ini tentu berbeda dengan situasi politik saat ini,” jelas Adi.
Selain stabilitas politik, Adi juga mengapresiasi kinerja ekonomi Indonesia dalam menghadapi tekanan global. Ia menyoroti peran Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang aktif menjalankan diplomasi dagang, termasuk menurunkan hambatan tarif di tengah ketegangan perdagangan internasional.
“Di tengah situasi global yang penuh tekanan, ada capaian yang patut diapresiasi. Peran Menko Airlangga terlihat aktif dalam melakukan lobi dan negosiasi dagang, termasuk menurunkan tarif dari 32 persen menjadi 19 persen,” pungkasnya.

