TANGERANG | RMN Indonesia
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Sosial (Dinsos) bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait seorang lanjut usia (lansia) yang ditemukan berada di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang.
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, mengatakan laporan tersebut diterima melalui media sosial. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas segera diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi lansia sekaligus memastikan kondisinya dalam keadaan aman.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, petugas langsung menuju lokasi. Lansia tersebut kemudian kami evakuasi ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Tangerang agar mendapatkan penanganan dan pendampingan sementara,” ujar Acep.
Hasil asesmen awal menunjukkan, lansia tersebut berasal dari Kabupaten Tasikmalaya. Selama kurang lebih dua bulan terakhir, ia diketahui berada di Kota Tangerang dan bekerja sebagai pemulung karena mengalami kesulitan ekonomi.
Selain itu, petugas juga mendapati lansia tersebut mengalami gangguan penglihatan akibat katarak pada mata kanan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, yang bersangkutan sudah tidak memiliki keluarga inti dan hanya memiliki kerabat di lingkungan tempat tinggalnya.
“Kami akan terus memberikan pendampingan selama berada di Rumah Singgah. Seluruh kebutuhan dasar dan aspek keamanannya menjadi perhatian kami sambil menelusuri langkah penanganan berikutnya,” jelasnya.
Saat ini, Dinsos Kota Tangerang tengah berkoordinasi untuk memfasilitasi pemulangan lansia tersebut ke daerah asalnya agar dapat memperoleh pendampingan yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya.
Acep juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah menyampaikan laporan dengan cepat. Menurutnya, partisipasi warga menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kota Tangerang.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan warga yang membutuhkan pertolongan atau penanganan sosial. Dengan kolaborasi seperti ini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan bersama tetap terjaga,” tutupnya.(Wil)
