Sabtu, Juli 25

TANGERANG SELATAN | RMN Indonesia

Perubahan mulai terlihat di sejumlah ruas jalan utama Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Koridor seperti Jalan WR Supratman dan Jalan Merpati Raya, Kecamatan Ciputat Timur, kini tampak lebih tertata setelah jaringan kabel telekomunikasi yang sebelumnya menjuntai di udara secara bertahap dipindahkan ke sistem bawah tanah.

Penataan tersebut merupakan bagian dari program relokasi kabel utilitas telekomunikasi yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL). Program ini telah berjalan sejak 2022 sebagai upaya memperbaiki estetika kota sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Robbi Cahyadi, ST., MT., menjelaskan, proses relokasi kabel utilitas membutuhkan waktu dan koordinasi yang cukup panjang karena melibatkan banyak penyedia layanan telekomunikasi dengan kesiapan jaringan yang berbeda.

“Penataan kabel utilitas bukan pekerjaan yang bisa dilakukan secara instan. Kami bersama APJATEL melakukan tahapan mulai dari perencanaan, pembangunan saluran bawah tanah atau ducting, hingga pemindahan jaringan milik operator secara bertahap,” ujar Robbi.

Ia menerangkan, dalam pelaksanaan program tersebut APJATEL bersama kontraktor menyiapkan infrastruktur jaringan bawah tanah. Setelah jaringan baru dipastikan siap digunakan, kabel udara lama kemudian dipindahkan dan diputus secara bertahap sehingga layanan telekomunikasi kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

“Setiap operator memiliki proses dan kesiapan yang berbeda. Karena itu, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu layanan yang digunakan masyarakat,” jelasnya.

Hingga pertengahan 2026, sejumlah ruas jalan telah berhasil dilakukan penataan melalui metode horizontal directional drilling (boring). Beberapa lokasi yang telah ditangani antara lain Jalan Ciater Raya, Jalan Parakan-Benda, Jalan Serua Raya, Jalan Tarumanegara (Pisangan), Jalan Cendrawasih Raya, Jalan Bhayangkara, Jalan Menjangan Raya-Kompas, Jalan Merpati Raya, serta sebagian koridor Jalan WR Supratman.

Selain ruas yang telah selesai, sejumlah titik lainnya masih dalam proses pengerjaan, mulai dari pemasangan jaringan HDPE, penarikan kabel, pemutusan kabel udara secara bertahap, hingga tahap survei dan perencanaan. Di antaranya Jalan WR Supratman segmen Kompas-Pondok Ranji, Villa Melati Mas, Jalan Lengkong Gudang Timur Raya, Jalan Kertamukti, Jalan Pondok Betung, Jalan Pondok Benda, Jalan Pahlawan, Jalan Surya Kencana hingga batas Depok, Jalan Raya Jelupang, serta Jalan Rawa Buntu Utara.

Robbi menegaskan, program relokasi kabel utilitas bukan hanya bertujuan memperindah tampilan kota, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan infrastruktur perkotaan yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Manfaatnya bukan hanya dari sisi estetika. Kabel yang tertata juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mempermudah pemeliharaan jaringan, serta mengurangi potensi gangguan akibat utilitas yang tidak tertata,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan terus melanjutkan program penataan utilitas secara bertahap, terutama pada ruas-ruas jalan strategis yang memiliki aktivitas masyarakat tinggi.

Robbi juga mengajak masyarakat untuk mendukung proses penataan tersebut, termasuk memahami adanya potensi gangguan sementara selama pekerjaan berlangsung.

“Kami memahami selama pengerjaan ada aktivitas yang mungkin sedikit mengganggu masyarakat. Namun hasil akhirnya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kota dan seluruh warga Tangsel,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, operator telekomunikasi, dan masyarakat, penataan kabel utilitas diharapkan mampu menghadirkan wajah Kota Tangerang Selatan yang lebih aman, nyaman, modern, dan tertata.(Wil)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version