Jumat, April 17

JAKARTA | RMN Indonesia
Proyek kilang raksasa Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan akan segera diresmikan dalam waktu dekat. Proyek strategis nasional yang digarap PT Kilang Pertamina Indonesia (KPI) tersebut direncanakan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memastikan peresmian proyek bernilai strategis ini tinggal menunggu waktu.
“Iya, sangat dekat ini. Insya Allah diresmikan Presiden Prabowo,” kata Laode di Jakarta, Jumat (10/1/2026) malam.

RDMP Balikpapan merupakan proyek strategis nasional yang dibangun sejak 2019 dengan total investasi mencapai sekitar Rp123 triliun. Proyek ini ditujukan untuk memodernisasi kilang eksisting sekaligus memperkuat sistem pengolahan dan rantai pasok energi nasional secara terintegrasi.

Melalui proyek ini, kapasitas pengolahan minyak mentah ditingkatkan untuk menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi industri petrokimia, serta memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan RDMP Balikpapan dibangun secara terintegrasi, mulai dari sistem penerimaan minyak mentah, jaringan pipa transfer, hingga fasilitas produksi kilang.

“RDMP Balikpapan menjadi fondasi penting penguatan sistem energi nasional. Melalui pengembangan infrastruktur yang terintegrasi, Pertamina memastikan keandalan pasokan minyak mentah serta operasional kilang yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Baron dalam keterangan resmi.

Baron menjelaskan, RDMP Balikpapan dirancang dan dilaksanakan dalam tiga lingkup utama proyek yang saling terhubung. Lingkup pertama adalah tahap early work yang mencakup 16 paket pekerjaan pendahuluan, mulai dari persiapan dan pematangan lahan, pembangunan infrastruktur dasar, penyediaan utilitas sementara, hingga fasilitas penunjang konstruksi.

Tahap early work ini menjadi fondasi penting untuk menjamin kelancaran, keselamatan, dan keberhasilan seluruh tahapan konstruksi utama RDMP Balikpapan.

Lingkup kedua mencakup pengembangan dan pembangunan fasilitas utama kilang yang terdiri dari 39 unit, termasuk 21 unit proses baru dan 13 unit utilitas pendukung. Selain itu, dilakukan revitalisasi empat unit utama pengolahan, seperti unit distilasi minyak mentah, pengolahan residu, hydrocracking dan hydrotreating, serta pemulihan LPG.

Revitalisasi dan pembangunan unit-unit tersebut bertujuan meningkatkan fleksibilitas serta keandalan pengolahan minyak mentah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas produk BBM sesuai standar yang lebih tinggi.

Lingkup ketiga adalah penguatan infrastruktur penerimaan dan penyaluran minyak mentah, termasuk pembangunan dua tangki penyimpanan berkapasitas masing-masing 1 juta barel, jaringan pipa transfer onshore dan offshore berdiameter 20 inci, unloading line berdiameter 52 inci, serta fasilitas Single Point Mooring (SPM) dengan kapasitas sandar kapal hingga 320.000 DWT.

“Infrastruktur ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keandalan penerimaan minyak mentah dari kapal tanker berkapasitas besar,” ujar Baron.

Ia menegaskan proyek RDMP Balikpapan menjadi bagian penting dalam mendukung visi Asta Cita pemerintah untuk menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional.(bc/Fj)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version