Rabu, Oktober 7

JAKARTA I RMN Indonesia

Presiden Prabowo Subianto membuat pengakuan mengejutkan soal praktik suap di lingkungan pemerintahan. Orang nomor satu di Indonesia itu mengungkap bahwa dirinya ternyata tak luput dari upaya pihak tertentu yang hendak menyogoknya.

Prabowo bahkan menyebut tawaran suap tersebut bukan hanya terjadi sekali. Selama hampir dua tahun memimpin Indonesia, ia mengaku berkali-kali ditawari untuk menerima suap.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penyerahan denda administratif, penyelamatan keuangan negara, serta penguasaan kembali kawasan hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo awalnya menyinggung praktik korupsi yang masih menjadi persoalan serius dalam birokrasi. Ia menyebut praktik suap dapat menyasar pejabat dari berbagai level.

Namun, pernyataan Prabowo kemudian mengarah pada pengalaman pribadinya.

“Menteri-menteri kita, dirjen-dirjen kita mau disogok. Jangankan menteri dirjen, saya mau disogok! Dalam dua tahun ini berkali-kali saya mau disogok,” ungkap Prabowo.

Pengakuan tersebut sontak menjadi sorotan. Sebab, meski menjabat sebagai Presiden sekaligus pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi, Prabowo mengaku tetap menjadi sasaran pihak-pihak yang ingin mendapatkan keuntungan melalui jalur suap.

Prabowo tidak membeberkan secara rinci siapa pihak yang menawarkan suap tersebut. Ia juga belum mengungkap nilai uang maupun bentuk pemberian yang ditawarkan kepadanya.

Prabowo: Mereka yang Menikmati Korupsi Akan Melawan

Prabowo menyadari pemberantasan korupsi bukan perkara mudah. Menurutnya, upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan akan berhadapan dengan kelompok yang selama ini menikmati keuntungan dari praktik korupsi dan kebocoran kekayaan negara.

Ia menyebut perlawanan dapat datang dari pihak-pihak yang merasa kepentingannya terganggu.

“Perlawanan ini kita tahu semua datang dari unsur-unsur yang menikmati korupsi, unsur-unsur yang menikmati kecurangan-kecurangan, unsur-unsur yang menikmati pencurian dan perampokan kekayaan negara,” tegasnya.

Prabowo mengatakan pemerintah akan terus melakukan pembenahan. Ia menyebut pendekatan persuasif dan ajakan untuk kembali kepada kepentingan bangsa menjadi salah satu cara yang ditempuh.

Namun, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan kebocoran kekayaan negara berlangsung terus-menerus.

Pesan Keras untuk Menteri dan Kepala Badan

Prabowo juga memberikan pesan tegas kepada para pembantunya di pemerintahan. Menurut dia, setiap kebijakan harus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi rakyat dan kepentingan nasional, bukan untuk menguntungkan kelompok tertentu.

“Tidak ada lain! Yang menguntungkan rakyat dan bangsa Indonesia, itu yang saya kerjakan. Dan itu petunjuk yang saya berikan kepada semua menteri dan semua kepala badan,” kata Prabowo.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk menutup berbagai celah kebocoran keuangan dan kekayaan negara.

Bagi Prabowo, aparat penegak hukum harus berani mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang mencoba merusak ataupun mengambil kekayaan negara secara ilegal.

“Kita tidak boleh biarkan kebocoran terus terjadi. Kita harus berani menindak tegas siapa pun yang mencoba merusak dan merampok aset-aset negara,” ujarnya.

Bukan Pertama Kali Prabowo Ungkap Ditawari Suap

Pengakuan terbaru Prabowo bukan kali pertama ia berbicara mengenai tawaran suap selama menjadi Presiden.

Pada awal 2026, Prabowo juga pernah mengungkap bahwa dirinya beberapa kali mendapat tawaran suap selama tahun pertama pemerintahannya.

Kini, memasuki tahun kedua, ia kembali mengungkap bahwa praktik serupa masih terjadi.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal keras bahwa persoalan korupsi dan praktik suap masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah.

Yang menjadi pertanyaan, siapa saja pihak yang berani menawarkan suap kepada Presiden, apa kepentingannya, dan seberapa besar nilai tawaran yang diberikan?

Prabowo sendiri belum membuka identitas maupun detail mengenai pihak-pihak yang disebutnya telah berulang kali mencoba menyogok dirinya.(Agus).

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version