Rabu, Mei 6

GUNUNGSITOLI | RMN Indonesia

PT PLN (Persero) akan melakukan pemeliharaan terencana Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkapasitas 25 MW di kawasan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, pada 8 hingga 11 Mei 2026.

Selama masa pemeliharaan tersebut, masyarakat di wilayah Kepulauan Nias diminta untuk berpartisipasi dengan menghemat penggunaan listrik, terutama pada jam beban puncak.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nias, Leonard Tulus M. Panjaitan, mengatakan langkah ini dilakukan guna menjaga keandalan sistem kelistrikan agar tetap stabil.

“Pemeliharaan ini sudah terjadwal. Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan listrik selama 8–11 Mei 2026, sehingga sistem tetap terjaga dan tidak terjadi gangguan,” ujarnya, Kamis (5/5/2026).

Ia menjelaskan, dukungan masyarakat sangat penting, terutama dengan mengurangi penggunaan listrik pada pukul 06.00–08.00 WIB dan 19.00–21.00 WIB yang merupakan waktu beban puncak.

Senada, Manager Unit PLTG Mobile Power Plant (MPP) Batam, Aip Pradipta Farhan, menyebut PLTG Gunungsitoli Idanoi menjadi salah satu tulang punggung pasokan listrik di Kepulauan Nias.

“Pemeliharaan ini penting agar pembangkit tetap optimal dan andal dalam jangka panjang. Kami berharap masyarakat bisa ikut mendukung,” katanya.

PLN memastikan akan berupaya menekan dampak terhadap pelanggan. Meski begitu, warga tetap diimbau menggunakan listrik secara bijak, seperti mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Berkat Kurniawan Laoli, turut menyatakan dukungannya terhadap langkah PLN tersebut.

“Ini langkah yang baik demi meningkatkan keandalan listrik di Pulau Nias. Kita tentu mendukung demi masa depan Nias yang lebih terang,” ujarnya.

Politisi Partai NasDem itu juga meminta masyarakat untuk memahami situasi tersebut dan ikut berpartisipasi.

Ia pun mendorong PLN agar terus aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga warga dapat mempersiapkan diri selama proses pemeliharaan berlangsung.

“Kalau informasi tersampaikan dengan baik, masyarakat pasti bisa menyesuaikan dan dampaknya bisa diminimalkan,” tandasnya.(Fj).

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version