BANDUNG – RMN Indonesia
Kepedulian terhadap masyarakat Aceh yang kembali dilanda bencana hidrometeorologi diwujudkan melalui kolaborasi Yayasan Pikiran Rakyat dan PT Atjeh Media Group (MEDIA ACEH). Kedua lembaga resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembangunan Balai Desa di Kampung Sukajadi Paya Bujok, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan kehidupan masyarakat pascabanjir dan tanah longsor.
PKS ditandatangani Ketua Yayasan Pikiran Rakyat, Dra. Puspatriani Agustina, dan Direktur PT Atjeh Media Group (MEDIA ACEH), Muktarrudin Usman, S.E., di Kantor Pikiran Rakyat, Bandung, Rabu (15/7/2026). Penandatanganan tersebut disaksikan Gatot Elyadi, S.T., M.M. dari Yayasan Pikiran Rakyat dan Dr. Musriadi Aswad, S.Pd., M.Pd. dari PT Atjeh Media Group. Turut hadir Pimpinan Umum Pikiran Rakyat Januar P. Ruswita, jajaran direksi, pimpinan, serta karyawan Pikiran Rakyat.
Balai Desa yang akan dibangun merupakan gedung dua lantai dengan fungsi pelayanan publik yang terintegrasi. Lantai dasar akan dimanfaatkan sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, sedangkan lantai atas akan difungsikan sebagai balai pertemuan untuk musyawarah desa, kegiatan sosial, pendidikan, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, hingga kegiatan penanggulangan bencana.
Pimpinan Umum Pikiran Rakyat, Januar P. Ruswita, mengatakan kepedulian Pikiran Rakyat terhadap Aceh bukanlah hal baru. Hubungan emosional tersebut telah terjalin sejak bencana gempa dan tsunami 2004. Saat itu, Pikiran Rakyat menggalang donasi dari para pembacanya di berbagai daerah sebagai bentuk solidaritas untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh.
“Dana yang kami salurkan saat itu merupakan amanah dari para pembaca Pikiran Rakyat. Nilainya mencapai belasan miliar rupiah dan dimanfaatkan untuk membangun sekolah serta berbagai fasilitas umum lainnya sebagai bagian dari pemulihan Aceh pascatsunami. Kami bersyukur amanah itu dapat direalisasikan dengan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat Aceh,” ujar Januar.
Menurut Januar, semangat kemanusiaan tersebut terus dijaga hingga kini. Ketika Aceh kembali dilanda bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang mulai melanda sejumlah wilayah sejak 27 November 2025, Yayasan Pikiran Rakyat kembali mengambil inisiatif membantu masyarakat yang terdampak.
Berbeda dengan program bantuan pascatsunami 2004, pada program penanganan dampak banjir di Aceh Tamiang kali ini Yayasan Pikiran Rakyat menggandeng Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh dan PT Atjeh Media Group (MEDIA ACEH) sebagai mitra lokal untuk mengawal seluruh tahapan pelaksanaan program, mulai dari koordinasi, perencanaan, hingga pembangunan. Kolaborasi ini diharapkan memastikan bantuan hasil sumbangan para pembaca Pikiran Rakyat dapat diwujudkan secara tepat sasaran, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Januar, dipilihnya SPS Aceh dan MEDIA ACEH didasarkan pada kapasitas dan rekam jejak keduanya di Aceh. SPS Aceh dipimpin Muktarrudin Usman yang juga merupakan CEO MEDIA ACEH Group, sehingga dinilai memiliki jaringan media yang kuat serta memahami kondisi masyarakat di daerah.
“Kami membutuhkan mitra yang memahami kondisi daerah dan dekat dengan masyarakat. Karena itu kami mempercayakan SPS Aceh dan MEDIA ACEH untuk mendampingi pelaksanaan program ini. Kami berharap bangunan ini menjadi simbol kepedulian sekaligus amanah dari para pembaca Pikiran Rakyat kepada masyarakat Aceh. Semoga kehadiran fasilitas ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh Tamiang,” katanya.
Sementara itu, Direktur PT Atjeh Media Group (MEDIA ACEH), Muktarrudin Usman, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Yayasan Pikiran Rakyat kepada MEDIA ACEH dan SPS Aceh.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pikiran Rakyat melalui Yayasan Pikiran Rakyat atas kepedulian yang kembali diberikan kepada masyarakat Aceh. Kepercayaan ini merupakan kehormatan sekaligus amanah yang akan kami jalankan bersama SPS Aceh dengan penuh tanggung jawab agar pembangunan Balai Desa terlaksana sesuai rencana dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Muktarrudin Usman mengatakan, banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh sejak akhir November 2025 menyebabkan kerusakan di berbagai kabupaten. Rumah warga, lahan pertanian, fasilitas umum, jalan, dan jembatan mengalami kerusakan sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat ikut terganggu. Hingga kini, proses rehabilitasi dan rekonstruksi di sejumlah daerah dinilai masih berjalan lambat.
“Sebagian masyarakat masih merasakan dampak bencana karena masih banyak jalan dan jembatan yang belum diperbaiki. Kondisi ini menghambat aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta mobilitas warga. Kehadiran Balai Desa ini diharapkan menjadi bagian dari upaya pemulihan. Lantai bawah akan dimanfaatkan sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, sedangkan lantai atas menjadi balai pertemuan untuk musyawarah, pelatihan, kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga koordinasi penanggulangan bencana apabila diperlukan,” kata Muktarrudin Usman.
Ia menambahkan, kolaborasi ini bukan sekadar membangun sebuah gedung, tetapi juga membangun harapan dan memperkuat semangat gotong royong antara lembaga sosial, dunia pers, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan Aceh pascabencana.
Usai penandatanganan PKS, jajaran pimpinan Yayasan Pikiran Rakyat, MEDIA ACEH, para saksi, serta karyawan Pikiran Rakyat melanjutkan silaturahmi dan makan siang bersama di salah satu restoran di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung. Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu menjadi penanda lahirnya sinergi baru antara Yayasan Pikiran Rakyat, SPS Aceh, dan MEDIA ACEH untuk menghadirkan program-program kemanusiaan yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh. (Fj)
