Kamis, April 23

JAKARTA | Harian Merdeka

Pertadex Pertamina meraih penghargaan internasional di IPITEX 2026, bukti inovasi bahan bakar rendah sulfur unggulan Pertamina. PT Pertamina (Persero) kembali menorehkan prestasi melalui KPI Unit Balikpapan.

Sebagai bukti prestasi, NRCT menyerahkan penghargaan tersebut dalam ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2026. Panitia IPITEX 2026 pun menggelar pameran inovasi internasional ini pada 5–9 Januari 2026 di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC), Bangkok, Thailand.

Inovasi Pertadex Pertamina Berdaya Saing Global

KPI Unit Balikpapan meraih prestasi tersebut berkat inovasi pengembangan formula produk unggulan Pertadex. Pertadex merupakan bahan bakar diesel rendah sulfur yang dikembangkan untuk menjawab tantangan keterbatasan komponen penyusun avtur atau bahan bakar pesawat terbang.

Dengan demikian, inovasi ini tetap menjaga komitmen Pertamina terhadap produksi avtur nasional. Selain itu, kualitas produk tetap optimal sesuai standar yang berlaku.

Efisiensi Produksi Kilang

Mengusung tema “Boosting Low-Sulphur Diesel Output through New Fuel Formulation and Production-Line Modifications”, KPI Unit Balikpapan berhasil meningkatkan produksi Pertadex secara signifikan.

Selain meningkatkan jumlah produksi, inovasi tersebut menghadirkan berbagai efisiensi. Misalnya, tim kilang mengurangi penggunaan Pertadex sebagai media flushing line, sementara itu percepatan waktu produksi tercapai untuk mode avtur dan Pertadex. Dengan cara ini, proses produksi kilang dioptimalkan secara keseluruhan.

Kontribusi Finansial dan Lingkungan

General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan respons atas dinamika dan tantangan bisnis yang terus berkembang.

Oleh karena itu, “Inovasi adalah bagian dari strategi perusahaan untuk beradaptasi terhadap tantangan, baik dari dalam maupun luar organisasi. Keberhasilan ini membuktikan bahwa semangat pekerja dalam menghadirkan solusi nyata tidak pernah padam,” ujar Anto, Selasa (20/1/2026).

Selain itu, inovasi Pertadex menghasilkan lifting sebesar 1.629 ribu barel. Dengan tambahan kontribusi ini, profit perusahaan meningkat sebesar 7,2 juta dolar Amerika Serikat pada 2022. Sementara itu, tim operasional memangkas waktu produksi dari 10,5 hari menjadi 7,8 hari. Selain itu, inovasi ini menekan emisi karbon dioksida hingga 1.399 ton per tahun.

Raih Sejumlah Penghargaan Internasional

Karena capaian tersebut, KPI Unit Balikpapan meraih Gold Medal, Invention Presentation, serta Exhibiting Valuable Invention. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Executive Director NRCT, Wiparat De-ong.

KPI Unit Balikpapan berhasil meningkatkan produksi Pertadex Pertamina secara signifikan.

Selain itu, para inovator Pertamina juga memperoleh Special Award dari Association of Polish Inventors and Rationalizers (API&R) asal Polandia. Dengan kata lain, CEO API&R, Michal Szota, mengakui nilai kebaruan dan dampak inovasi yang dihasilkan.

API&R Polandia memberikan pengakuan melalui Association of Polish Inventors & Rationalizers

Komitmen Inovasi Berkelanjutan

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan, tim KPI Unit Balikpapan turut ambil bagian dalam rangkaian forum IPITEX. Dengan demikian, mereka berinteraksi dengan para penemu dari berbagai negara.

Sebelumnya, inovasi Pertadex juga meraih penghargaan Platinum dalam ajang internal Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2025.

Selain itu, tim inovator Pertamina tergabung dalam Project Collaboration Improvement (PC-Prove) FOMO-DEX. Tim ini diketuai oleh Adimas Prasetyaaji, dengan anggota Agya Kumala Asri, Rendy Bayu Aji Suhaedy, Faizal Ramadhan Nur, Ade Suryono, Agung Aldi Saputra, dan Deden Riskianandika. Ferdana Eldriansyah bertindak sebagai fasilitator.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menilai capaian tersebut sebagai bukti kapabilitas perwira Pertamina di tingkat global.

“Pertamina mendorong seluruh subholding dan unit operasi untuk terus melahirkan inovasi yang berdampak nyata. Selain itu, inovasi ini strategis karena menciptakan nilai tambah finansial sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon,” ujar Baron.

Menurutnya, inovasi tersebut merupakan wujud transformasi berkelanjutan Pertamina dalam mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten, sementara itu mendukung ketahanan energi nasional.

Dengan capaian ini, prestasi di IPITEX 2026 menegaskan posisi PT KPI Unit Balikpapan sebagai motor inovasi energi nasional. Selain itu, capaian ini memperkuat peran Indonesia dalam peta inovasi energi global.

Sebanyak 883 penemu dari 24 negara mengikuti ajang ini, termasuk Indonesia, Kanada, Jepang, Korea Selatan, Inggris, Polandia, dan Thailand sebagai tuan rumah.

Prestasi ini menegaskan posisi KPI Unit Balikpapan sebagai motor inovasi energi nasional, sekaligus memperkuat peran Pertadex Pertamina di kancah global.(Fj)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version