JAKARTA | RMN Indonesia
Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa resmi melantik jajaran Pengurus JMSI Provinsi DKI Jakarta periode 2025-2030 di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi JMSI DKI Jakarta untuk memperkuat organisasi sekaligus mendorong terciptanya ekosistem media siber yang profesional, independen, dan berintegritas di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.
Dalam sambutannya, Teguh Santosa menyampaikan bahwa keberhasilan organisasi tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan peran satu atau dua orang. Menurutnya, organisasi yang kuat dibangun melalui komunikasi, kekompakan, dan kerja sama seluruh anggota.
Ia menggambarkan organisasi layaknya sebuah tim sepak bola yang membutuhkan koordinasi antaranggota agar mampu meraih kemenangan.
“Organisasi yang kuat dibangun dari kerja sama tim. Seperti gol-gol indah yang lahir dari koordinasi para pemain terbaik dunia, JMSI juga harus dibangun melalui komunikasi, kebersamaan, dan kolaborasi seluruh anggotanya. Jangan berharap organisasi hanya bergantung pada satu atau dua orang,” ujar Teguh.
Ia menegaskan, kepengurusan JMSI DKI Jakarta harus mampu menciptakan komunikasi yang baik hingga tingkat anggota serta memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, perkembangan organisasi akan semakin kuat apabila seluruh anggota merasa memiliki dan ikut berkontribusi dalam setiap program.
Teguh juga mengingatkan pentingnya penggunaan kebebasan informasi secara bertanggung jawab di era digital. Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam mencerdaskan masyarakat dan tidak boleh dimanfaatkan untuk menyebarkan kebencian maupun disinformasi.
“Kebebasan informasi adalah sebuah anugerah. Namun kebebasan itu harus digunakan secara bertanggung jawab. Jangan sampai media digunakan untuk membangun kebencian atau menciptakan informasi yang tidak benar. Informasi harus menjadi instrumen untuk memajukan bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Teguh mengajak perusahaan media yang tergabung dalam JMSI untuk meneladani semangat para pendiri bangsa yang banyak berasal dari kalangan wartawan. Ia menyebut, sejak masa perjuangan kemerdekaan, pers telah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kebangsaan sekaligus mempererat hubungan antardaerah.
Di tengah arus informasi yang semakin deras, Teguh mengingatkan agar kebebasan berekspresi tetap dijalankan dengan mengedepankan tanggung jawab serta menjaga persatuan.
Ia berharap JMSI dapat terus memperkuat kolaborasi bersama seluruh organisasi pers dan berbagai pemangku kepentingan agar kontribusi media terhadap pembangunan nasional semakin besar.
“Saya ingin JMSI bekerja bersama semua stakeholder, semua organisasi kewartawanan seperti PWI, AJI, IJTI, dan organisasi lainnya. Semakin kuat kolaborasi, semakin besar kontribusi pers bagi pembangunan bangsa,” katanya.
Sementara itu, Ketua JMSI Provinsi DKI Jakarta Edi Kuswanto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kepengurusan baru. Ia berkomitmen menjadikan JMSI DKI Jakarta sebagai organisasi yang mampu mendorong terwujudnya ekosistem media siber yang sehat, profesional, independen, dan akuntabel.
“JMSI DKI Jakarta tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para pemilik dan pengelola media digital, tetapi berkomitmen membangun ekosistem media yang sehat, profesional, dan akuntabel. Kami ingin memastikan media siber menjadi pencerah masyarakat, bukan penyebar disinformasi maupun narasi yang menyesatkan,” ujar Edi.
Menurutnya, JMSI DKI Jakarta siap menjadi mitra strategis pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan melalui pemberitaan yang transparan, komprehensif, serta tetap menjaga independensi pers sebagai fungsi kontrol sosial.
“Kami mengajak seluruh pihak membuka ruang kolaborasi untuk mewujudkan Jakarta yang amanah, sejahtera, dan bermartabat. JMSI DKI Jakarta akan terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat maupun industri media,” tuturnya.
Sebagai bagian dari langkah awal kepengurusan periode baru, Edi mengungkapkan JMSI DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah program strategis, termasuk agenda besar pada akhir September 2026 yang bertujuan memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas perusahaan media anggota.
Pelantikan pengurus JMSI DKI Jakarta diharapkan menjadi awal hadirnya berbagai program kolaboratif yang dapat memperkuat kualitas perusahaan pers, meningkatkan profesionalisme media siber, serta memperkokoh peran pers sebagai pilar demokrasi dan mitra pembangunan di Ibu Kota.
Adapun susunan Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi DKI Jakarta periode 2025-2030:
Dewan Pembina
Agus Susanto S.I.Kom
Andi Dasmawati Ph.D
Umar Abdul Aziz S.H., M.H
AR. Lubis
Djunaedi Tjunti Agus
Tom Pasaribu
Benyamin Patondok
Pengurus Harian
Ketua: Edi Kuswanto
Sekretaris: Kornelius Naibaho
Bendahara: Ali Rahman
Wakil Bendahara: Jojo Anggoro
Bidang Publikasi dan Kebudayaan: Zahara R Sitio
Bidang Organisasi: Herwan Pebriansyah
Bidang Kerjasama Hubungan Antar Lembaga dan Sosial: Amy Mubinoto
Bidang Jurnalisme Berkualitas: Muh Furqon
Kepala Kesekretariatan: Mela Suryaningsih
Sekretaris: Kestimona Sinaga
Anggota: Nanang Suprianto. (Hmi)
