SERANG | RMN Indonesia
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Septo Kalnadi menyebut tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Tanah Jawara masih cukup tinggi.
Menurutnya, jumlah penganggur dari delapan kabupaten atau kota yang ada di Provinsi Banten mencapai ratusan ribu orang. “Pengangguran di Banten masih banyak berkisar 407.000 orang,” ucap Septo dikutip dari JPNN Banten, Sabtu (5/9).
Septo mengungkapkan angka pengangguran terbanyak berada di Kabupaten Serang jumlahnya di atas daerah-daerah lain.
“Pengangguran tertinggi di Banten berada di Kabupaten Serang jumlahnya sepuluh persen,” kata Septo. Faktor penyebab tingginya pengangguran di Banten, kata Septo, masih belum sinkronnya antara pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja maupun industri.
Jumlah penganggur yang tercatat, sekitar 13 pesen berasal dari lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK). “Perlu disinkronkan antara pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha maupun industri yang tersedia,” kata dia.
Dia menuturkan jalan keluar yang dapat diambil untuk menjawab kebutuhan dunia kerja melalui pelatihan vokasi.
“Makanya memerlukan pelatihan vokasi untuk menjawab kebutuhan dunia usaha maupun industri dengan dibekali sertifikat berstandar BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi),” tutur Septo. (Egi)
