JAKARTA I RMN Indonesia
Menteri Agama Nasaruddin Umar memutuskan tidak maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Nasaruddin memilih untuk tetap berkonsentrasi penuh menjalankan tugasnya sebagai Menteri Agama.
Menurut Nasaruddin, jabatan Menteri Agama memiliki cakupan tugas yang luas dan membutuhkan perhatian serta konsentrasi penuh agar Kementerian Agama dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Lebih baik saya berkonsentrasi di Kementerian Agama, tanpa harus meninggalkan konsen saya terhadap Nahdlatul Ulama,” ujar Nasaruddin, dikutip dari laman Kementerian Agama, Jumat (28/8/2026).
Nasaruddin mengaku sebelumnya mendapat banyak dukungan dari kolega, sahabat, dan sejumlah kalangan di berbagai daerah untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Namun, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan tersebut.
Ia berharap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi maupun bangsa Indonesia.
“Mudah-mudahan Muktamar berjalan lebih lancar dan menghasilkan yang terbaik untuk bangsa, khususnya nahdliyin,” katanya.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan Nasaruddin Umar tetap berkomitmen menjalankan amanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto.
Komitmen tersebut, kata Kamaruddin, terutama berkaitan dengan upaya meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama, memperkuat kerukunan, serta mendorong pengembangan sektor pendidikan.
Meski memutuskan tidak ikut dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PBNU, Kamaruddin memastikan Nasaruddin tidak akan meninggalkan Nahdlatul Ulama.
“Pak Menteri tetap akan berkhidmat untuk NU,” demikian komitmen yang disampaikan terkait keputusan Nasaruddin.
Keputusan Nasaruddin tersebut sekaligus menepis berbagai spekulasi yang sebelumnya berkembang mengenai kemungkinan dirinya mundur dari jabatan Menteri Agama demi maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.
Dengan mundurnya Nasaruddin dari bursa, persaingan menuju kursi Ketua Umum PBNU kini mengerucut pada sejumlah nama. Di antaranya KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, KH Imam Jazuli, KH Abdussalam Shohib, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, KH Yusuf Chudlori, serta KH Abdul Ghaffar Rozin.
Pemilihan Ketua Umum PBNU dijadwalkan berlangsung dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama pada Sabtu (29/8/2026) malam.
Keputusan Nasaruddin untuk tidak maju diperkirakan akan menjadi salah satu perhatian dalam dinamika Muktamar ke-35 NU, mengingat sebelumnya ia mendapat dorongan dari berbagai kalangan untuk ikut dalam bursa kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.(Agus).
