Jakarta | RMN Indonesia
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mendesak adanya pergantian kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menjelang Muktamar ke-35 NU. Ia menilai PBNU membutuhkan ketua umum baru yang lebih segar dan mampu membawa perubahan.
“Ya, pemimpin yang baru. Saat ini butuh pemimpin baru yang fresh karena yang lama sudah lima tahun enggak ada perubahan,” kata Cak Imin di Kemang, Jakarta, Minggu (12/07/26).
Pernyataan tersebut menjadi sindiran terbuka terhadap kepemimpinan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Namun, Cak Imin belum menyebut nama tokoh yang dinilainya layak memimpin organisasi Islam tersebut untuk periode berikutnya. Ketika ditanya mengenai calon yang didukungnya dalam Muktamar ke-35 NU, Cak Imin hanya meminta publik menunggu. “Nanti,” ujarnya singkat.
Desakan pergantian pemimpin itu melanjutkan kritik Cak Imin terhadap kepengurusan PBNU. Pada Juni lalu, ia menyebut periode kepemimpinan saat ini mengalami kemunduran dan memerlukan perubahan manajemen secara menyeluruh. Muktamar ke-35 NU akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026. Penetapan waktu dan lokasi diputuskan dalam Rapat Gabungan Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU pada 7 Juli 2026.
Muktamar menjadi forum tertinggi organisasi yang salah satu agendanya menentukan kepemimpinan PBNU untuk periode berikutnya. Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung pada Desember 2021. Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Muktamar, Saifullah Yusuf, mengajak seluruh pengurus wilayah, cabang, dan pesantren di Jawa Timur membantu persiapan forum tersebut. Jombang sebelumnya juga menjadi tuan rumah Muktamar NU pada 2015. (Fj)
