Selasa, April 28

JAKARTA | RMN Indonesia

Sosok berinisial GS menjadi sorotan dalam polemik dugaan pengaturan tender proyek senilai sekitar USD 10,9 juta di lingkungan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Diketahui nama GS mencuat seiring menguatnya indikasi adanya pihak yang diduga mengoordinasikan proses pengadaan tersebut.

Perbincangan mengenai GS muncul setelah sejumlah pihak mempertanyakan transparansi tender “Fluid Engineering Services Management” yang dimenangkan PT BI.

Proses pengadaan itu dinilai tidak sepenuhnya berlangsung kompetitif dan diduga diarahkan untuk memenangkan pihak tertentu.

Sekretaris Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Hengki Seprihadi, mengatakan pihaknya memperoleh informasi mengenai adanya peran individu yang mengatur jalannya tender, yang kemudian mengerucut pada sosok GS.

“Dari informasi yang kami peroleh, terdapat indikasi koordinasi oleh seseorang berinisial GS dalam proses tender ini,” ujar Hengki kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Hengki menyebutkan, GS disebut kerap membawa-bawa nama “Kando Kantor Slipi” dalam interaksinya di lingkungan Pertamina.

Bahkan banyak pejabat Pertamina terkecoh menyangka bahwa GS adalah anak buah kando yang berkantor di Slipi.

Ia juga menyebut, sejumlah pertemuan yang diduga berkaitan dengan pengaturan tender tersebut disebut berlangsung di Fraser Residence Menteng, Jakarta Pusat.

Namun, informasi itu belum dapat diverifikasi secara independen.

Tangkapan layar undangan PT PHR untuk tujuh perusahaan yang mengikuti tender nomor 1.

Tangkapan layar undangan PT PHR untuk tujuh perusahaan yang mengikuti tender nomor 1.(fj).

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version