Jumat, April 17

JAKARTA | RMN Indonesia

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menggelar diskusi bersama sejumlah seniman yang akan berpartisipasi dalam ajang pameran seni rupa internasional Venice Biennale 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, dan membahas berbagai kesiapan kontingen seni rupa Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah aspek persiapan dibicarakan, mulai dari konsep karya, kurasi, hingga strategi penampilan Paviliun Indonesia di ajang seni rupa internasional tersebut.

Fadli Zon mengatakan bahwa Venice Biennale merupakan salah satu forum penting dalam perkembangan seni rupa dunia. Menurutnya, keikutsertaan Indonesia dalam ajang tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Tanah Air kepada publik internasional.

“Ajang ini menjadi kesempatan untuk mempromosikan budaya Indonesia. Banyak talenta dan seniman yang memiliki karya berkualitas untuk diperkenalkan ke dunia,” ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).

Selain menampilkan karya seni, Paviliun Indonesia juga direncanakan menghadirkan berbagai buku seni rupa sebagai referensi bagi pengunjung selama pameran berlangsung. Buku-buku tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai keragaman tradisi dan perkembangan seni rupa Indonesia.

Fadli juga menyinggung temuan lukisan purba di Indonesia yang menunjukkan panjangnya sejarah seni rupa di Nusantara. Ia menyebut tradisi seni rupa telah berkembang sejak ribuan tahun lalu dan menjadi bagian dari identitas budaya bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli menunjuk kurator Galeri Nasional Indonesia, Aminuddin TH Siregar, sebagai kurator Paviliun Indonesia. Pada Venice Biennale 2026, Indonesia direncanakan mengirimkan 14 perupa untuk menampilkan karya mereka.

Aminuddin menjelaskan bahwa konsep Paviliun Indonesia tidak hanya menampilkan karya para seniman, tetapi juga menghadirkan konteks sejarah seni rupa Indonesia melalui berbagai arsip visual, grafis, serta referensi historis.

“Konsepnya menghadirkan karya grafis dan materi visual yang berkaitan dengan Indonesia pada masa lalu, termasuk buku-buku lama dan litografi yang menggambarkan perkembangan seni rupa di Indonesia,” ujarnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retno Astuti, serta Direktur Promosi Kebudayaan Undri.

Pameran utama Venice Biennale 2026 dijadwalkan dibuka untuk publik pada 9 Mei 2026 dan berlangsung hingga 22 November 2026 di Venesia, Italia. Pada edisi kali ini, Paviliun Indonesia direncanakan menempati bangunan sekolah grafis di kota tersebut.

Keikutsertaan Indonesia dalam Venice Biennale 2026 menandai kembalinya partisipasi Indonesia setelah sempat tidak hadir selama beberapa tahun. Pemerintah berharap keikutsertaan ini dapat memperluas jejaring internasional para seniman Indonesia sekaligus memperkuat diplomasi budaya di tingkat global. (Fj)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version