PANDEGLANG | RMN Indonesia
Polda Banten bersama Basarnas masih mencari rombongan jurnalis yang hilang kontak saat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan rombongan itu berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menggunakan speedboat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir terjadi sekitar pukul 14.42 WIB. Salah satu anggota rombongan mengirimkan lokasi terakhir kepada rekannya. Namun, komunikasi terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
Tim menduga rombongan terakhir berada di perairan Selat Sunda. Lokasi tersebut berjarak sekitar 9,98 nautical mile dari RIB 02 BTN. Tim memperkirakan perjalanan menuju titik itu membutuhkan waktu sekitar 40 menit.
Lima Jurnalis Hilang Kontak
Rombongan tersebut terdiri dari lima jurnalis dan dua orang lain yang masih dalam proses pendataan.
Lima jurnalis itu yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Polisi mulai mencari rombongan setelah menerima laporan bahwa kapal tersebut belum kembali ke Dermaga Pagedongan, Carita.
Kombes Pol Maruli mengatakan tim gabungan langsung menyisir sekitar lokasi komunikasi terakhir rombongan.
23 Personel Dikerahkan
Polda Banten mengerahkan 23 personel untuk operasi pencarian. Mereka terdiri dari dua personel KP Sanjaya Mabes Polri, lima personel Ditpolairud Polda Banten, dan 16 personel Basarnas Banten.
Tim juga mendapat dukungan kapal Basarnas KN Tetuka. Kapal tersebut bergerak dari Dermaga Pelabuhan BBJ Bojonegara menuju perairan Carita. KN Tetuka kemudian melanjutkan perjalanan ke lokasi pencarian.
Cuaca di sekitar lokasi pencarian cukup cerah. Angin bergerak dari selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot.
Tinggi gelombang berada pada kisaran 0,4 hingga 1 meter. Namun, sebaran abu vulkanik membuat jarak pandang hanya sekitar satu mil.
Pencarian Terus Dilakukan
Maruli menegaskan tim gabungan akan terus mencari dan memantau perkembangan situasi di lapangan.
Dia juga mengimbau masyarakat tetap tenang. Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kami bersama Basarnas akan terus melakukan upaya pencarian secara maksimal dan menyampaikan perkembangan informasi sesuai hasil di lapangan,” ujar Maruli. (Egi)
