BOGOR | RMN Indonesia
Bencana kebakaran yang melanda kawasan permukiman di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyisakan duka mendalam bagi para korban terdampak. Menyikapi musibah tersebut, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, H. Anton Sukartono Suratto, M.Si., turun langsung meninjau lokasi bencana dan menyerahkan bantuan darurat pada Sabtu (24/10/2026).
Kunjungan kemanusiaan tersebut dilakukan Anton bersama tim Anton Command Center (ACC) guna memastikan para korban mendapatkan penanganan awal dan tidak merasa berjuang sendirian di tengah masa sulit.
“Duka mereka adalah duka kita bersama. Melihat langsung dinding-dinding yang menghitam dan atap yang runtuh akibat amukan si jago merah, rasanya hati saya ikut teriris,” ujar Anton.
Sinergi Elemen Desa dan Tokoh Masyarakat Dalam tinjauan lapangan tersebut, legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat ini didampingi secara langsung oleh jajaran aparatur desa, tokoh masyarakat, serta unsur pemuda setempat.
Tampak hadir di lokasi antara lain Kepala Desa Dayeuh Jamhali BJ, Wakil Ketua BPD Suryadi, Ketua LPM Pedel, Ketua Desa Siaga Andi Suheli, serta Tokoh Masyarakat Abdul Goni. Selain itu, jajaran Binmas Dudung, Kasatgas Endin Sunarya, Ketua BUMDes Asep Iskandar, Ketua Karang Taruna Sumardi Eloy, Ketua PAC BPKB Banten Saldi, dan Koordinator RT Johari turut mengawal penyaluran bantuan.
Anton mengapresiasi kebersamaan dan respon cepat para pemangku kepentingan tingkat desa dalam mendampingi warga terdampak. Menurutnya, soliditas antarlembaga desa menjadi kunci penting percepatan pemulihan pascabencana.
Penyaluran Bantuan Logistik dan Kebutuhan Esensial
Guna mengintervensi kebutuhan mendesak korban, tim ACC menyalurkan sejumlah bantuan logistik berupa santunan tunai, paket bahan pokok (sembako), serta barang kebutuhan rumah tangga esensial seperti dispenser.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat tersebut mengakui bahwa bantuan materiil tidak sepenuhnya dapat menghapus trauma maupun mengganti kerugian barang yang telah hangus terbakar. Namun, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi sehari-hari para keluarga korban.
“Bantuan ini tentu tidak bisa mengembalikan rumah atau kenangan yang telah hangus menjadi abu. Namun, terselip harapan besar agar langkah kecil ini mampu sedikit meringankan beban dan menjadi penyemangat agar mereka lekas bangkit,” tutur Anton.
Ia juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terus menguatkan solidaritas sosial dan mendoakan pemulihan kondisi para korban.
“Mari kita doakan agar para korban diberikan ketabahan ekstra dan rezeki yang berlipat ganda sebagai penggantinya. Semoga ke depannya musibah serupa tidak terulang kembali. Tetap kuat dan semangat untuk warga Desa Dayeuh,” pungkasnya. (Egi)
